Perkuat Konektivitas Pariwisata NTB, Hub Pesawat Air Lombok Tengah Siap Beroperasi 2026
Pemerintah daerah mendukung penuh rencana pembangunan Hub Pesawat Air Lombok Tengah di Bendungan Batujai, memperkuat konektivitas pariwisata NTB dan diharapkan beroperasi Juni 2026.
Pemerintah daerah Lombok Tengah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pariwisata dengan mendukung penuh pembangunan hub pesawat air (seaplane) di Bendungan Batujai. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), membuka akses lebih mudah bagi wisatawan.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menegaskan bahwa proyek strategis ini dipastikan terwujud setelah penandatanganan kerja sama dengan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) sebagai investor utama. Kehadiran hub pesawat air ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pariwisata berkualitas di NTB, sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Bendungan Batujai telah dinyatakan siap menjadi hanggar bagi pendaratan seaplane, dengan segala persyaratan regulasi yang telah dipenuhi. Rencananya, operasional hub pesawat air ini akan dimulai pada Juni 2026, bertepatan dengan event internasional seperti MotoGP dan Asia Talent Cup di Sirkuit Mandalika.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan Investor
Pemerintah daerah Lombok Tengah secara aktif mendukung rencana menjadikan Bendungan Batujai sebagai hub pesawat air. Bupati Lalu Pathul Bahri menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas pariwisata di wilayah NTB. "Nanti Bendungan Batujai sebagai penghubung antar kabupaten kota di NTB melalui seaplane," kata Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah.
Kepastian terwujudnya pembangunan hub pesawat air ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara pemerintah daerah dan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN). PT AMAN berperan sebagai investor untuk pembangunan hub dan hanggar seaplane tersebut. Kerjasama ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan swasta dalam mengembangkan infrastruktur pariwisata.
Bupati juga menegaskan kesiapan Bendungan Batujai sebagai lokasi pendaratan dan parkir seaplane. "Bendungan Batujai sebagai hanggar sudah sangat siap. Kami mendukung rencana ini," ujarnya, menunjukkan komitmen kuat terhadap proyek ini. Semua persyaratan yang diperlukan telah disiapkan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan Positif
Pembangunan hub pesawat air di Bendungan Batujai diproyeksikan akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. Salah satu dampak utamanya adalah pertumbuhan dan pergerakan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini akan menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha lokal.
Selain itu, area sekitar Bendungan Batujai juga akan dijadikan pusat destinasi wisata baru bagi masyarakat. Ini akan menarik lebih banyak pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah provinsi dan kabupaten telah melakukan uji analisis dampak lingkungan (AMDAL) terhadap rencana pembangunan ini. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada dampak lingkungan negatif yang signifikan akan ditimbulkan. "Sejauh ini sudah dilakukan uji analisis dampak lingkungan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten. Hasilnya tidak ada dampak lingkungan yang akan ditimbulkan," jelas Bupati.
Masyarakat nelayan di sekitar Bendungan Batujai juga dipastikan tidak akan terganggu dengan aktivitas seaplane. Kajian dan analisis dampak, baik positif maupun negatif, telah dilakukan secara menyeluruh. "Semua sudah dikaji dan dianalisis dampak baik buruknya dan insyaAllah tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan terhadap lingkungan," tambah Lalu Pathul Bahri.
Target Operasional dan Potensi Pengembangan
Menurut penjelasan dari pihak investor, PT AMAN, panjang landasan yang akan digunakan untuk seaplane sekitar 400 meter. Pada tahap awal, dua pesawat akan diparkir di Bendungan Batujai. Namun, melihat potensi pariwisata NTB yang berkembang pesat, tidak menutup kemungkinan jumlah pesawat akan bertambah di masa mendatang.
Seaplane ini rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2026. Target operasional ini disesuaikan untuk mendukung event internasional besar seperti MotoGP di Sirkuit Mandalika dan Asia Talent Cup. Kehadiran pesawat air ini diharapkan dapat memfasilitasi kedatangan wisatawan berkelas dunia, memberikan pengalaman perjalanan yang unik dan efisien.
"Direncana Juni 2026 sudah mulai beroperasi," kata Lalu Pathul Bahri, mengindikasikan jadwal konkret untuk dimulainya layanan. Proyek ini tidak hanya memperkuat infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi daya tarik baru yang inovatif bagi pariwisata NTB, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan tersebut.
Sumber: AntaraNews