Ajang Motorsport Mandalika Dorong Okupansi Hotel dan Ekonomi Lokal
Gelaran ajang motorsport di Sirkuit Pertamina Mandalika terbukti signifikan meningkatkan okupansi hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.
Lombok Tengah – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus menunjukkan geliat positifnya berkat berbagai ajang motorsport internasional. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menegaskan bahwa event-event balap di Sirkuit Pertamina Mandalika berhasil memperkuat tingkat hunian hotel di sekitarnya. Hal ini menjadi indikator kuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyatakan bahwa event motorsport di Sirkuit Mandalika memberikan dampak positif yang signifikan bagi pariwisata dan ekonomi lokal. Peningkatan jumlah pengunjung yang hadir langsung di sirkuit menjadi bukti nyata daya tarik Mandalika. Dampak ekonomi ini tidak hanya terbatas pada sektor akomodasi, tetapi juga merambah ke berbagai lini usaha masyarakat.
Salah satu contoh keberhasilan terbaru adalah ajang GT World Challenge Asia 2026 yang berlangsung pada awal Mei. Event ini berhasil menarik ribuan penonton, melampaui angka tahun sebelumnya, dan menghasilkan tingkat okupansi hotel yang tinggi. Kondisi ini menegaskan posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism yang menjanjikan di Indonesia.
Dampak Positif Motorsport Terhadap Pariwisata Lokal
Penyelenggaraan ajang motorsport di Sirkuit Pertamina Mandalika telah terbukti menyumbang dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengonfirmasi hal tersebut, menekankan bahwa event-event ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di kawasan.
Pada ajang GT World Challenge Asia 2026 yang digelar di Mandalika, tercatat 12.522 pengunjung hadir untuk menyaksikan langsung balapan mobil grand tourer. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun 2025 yang berada di kisaran 9.000 pengunjung. Peningkatan jumlah penonton ini secara langsung berkorelasi dengan peningkatan aktivitas ekonomi.
Data dari sejumlah hotel di kawasan The Mandalika dan sekitarnya menunjukkan tingkat okupansi rata-rata mencapai 86,6 persen selama periode 1–3 Mei 2026. Tingginya okupansi ini memperlihatkan kontribusi ajang internasional terhadap perekonomian masyarakat lokal, seperti kuliner, transportasi, hingga akomodasi.
Mandalika sebagai Destinasi Sport Tourism Unggulan
Keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 adalah bukti nyata bahwa KEK Mandalika terus berkembang sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia. Event balap ini mampu memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat dan daerah sekitarnya.
Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 tidak hanya menghadirkan ajang balap internasional, tetapi juga memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi kawasan dan masyarakat sekitar. Hal ini mencakup peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha dan penciptaan lapangan kerja.
Tingginya animo masyarakat selama acara tersebut menunjukkan bahwa The Mandalika semakin kuat sebagai destinasi sportainment unggulan Indonesia. Kawasan ini mampu menghadirkan pengalaman motorsport kelas dunia yang menarik banyak pengunjung. Upaya ini menjadi bagian penting untuk memperkuat The Mandalika sebagai "Indonesia's Premier Sportainment Destination".
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal
Ajang balap GT World Challenge Asia 2026 juga memberikan kontribusi signifikan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandi Satria, mengungkapkan bahwa event ini melibatkan 402 tenaga kerja lokal dari Nusa Tenggara Barat.
Tenaga kerja lokal tersebut terlibat dalam berbagai aspek operasional, mulai dari tenaga pendukung, marshal, race control, hingga tim medis. Keterlibatan ini memberikan kesempatan kerja dan pengalaman berharga bagi masyarakat setempat.
Selain itu, sebanyak 250 masyarakat lokal turut berpartisipasi dalam acara pembukaan yang mengangkat unsur budaya dan semangat sportainment khas The Mandalika. Partisipasi ekonomi masyarakat juga terlihat melalui kehadiran 17 pelaku UMKM di kawasan sirkuit.
Para pelaku UMKM ini menyediakan berbagai produk dan kuliner selama balapan berlangsung bagi pengunjung. Atmosfer balapan yang kompetitif menjadi bukti bahwa The Mandalika terus berkembang sebagai destinasi unggulan untuk penyelenggaraan event motorsport internasional, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di peta sport tourism dunia.
Sumber: AntaraNews