NTB Abadikan Sejarah MotoGP Mandalika Melalui Diorama Kearsipan
Pemerintah Provinsi NTB memperkuat pelestarian memori kolektif dengan menyiapkan diorama MotoGP Mandalika, merekam perjalanan ajang balap dunia ini sebagai warisan edukasi dan mitigasi bencana.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah strategis untuk melestarikan sejarah ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika. Upaya ini diwujudkan melalui pembangunan diorama kearsipan yang akan menjadi warisan berharga bagi generasi muda setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk mengabadikan momen penting dan transformasi kawasan Mandalika.
Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Khalik Saifullah, menyatakan bahwa provinsi ini terus memperkuat pelestarian memori kolektif daerah. Pengarsipan penyelenggaraan ajang internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, menjadi fokus utama dalam proyek ini. Dokumentasi terkait event balap dunia tersebut kini tengah disiapkan untuk ditampilkan.
Langkah ini tidak hanya berfokus pada pendokumentasian peristiwa balap itu sendiri, tetapi juga merekam perjalanan panjang kawasan Mandalika. Mulai dari kondisi sebelum hingga sesudah menjadi tuan rumah ajang internasional, semua akan terangkum dalam diorama. MotoGP pertama kali digelar di Sirkuit Mandalika pada 2022, terakhir berlangsung pada 2025, dan dijadwalkan berlanjut pada tahun-tahun mendatang, dengan rencana ajang tahun ini pada Oktober 2026.
Penguatan Dokumentasi dan Kolaborasi Sejarah Mandalika
Pemerintah Provinsi NTB tengah melakukan penelusuran mendalam terkait sejarah kawasan Mandalika. Penelusuran ini mencakup aspek sosial dan budaya masyarakat setempat yang telah mengalami perubahan signifikan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai evolusi daerah tersebut seiring dengan hadirnya sirkuit balap internasional.
Dalam proses pengumpulan data dan informasi, Pemprov NTB berkolaborasi erat dengan berbagai pihak. ITDC, Dinas Kebudayaan, serta Dinas Pariwisata turut serta dalam memotret informasi penting. Kolaborasi ini mencakup kehidupan masyarakat, proses pembangunan infrastruktur, hingga transformasi Sirkuit Mandalika saat ini.
Upaya ini menegaskan komitmen Pemprov NTB dalam menciptakan sebuah narasi sejarah yang komprehensif. Melalui diorama MotoGP Mandalika, diharapkan masyarakat dapat memahami secara utuh bagaimana sebuah kawasan lokal bertransformasi menjadi pusat perhatian global. Semua dokumentasi foto dan video sedang dalam proses autentifikasi untuk memastikan keaslian hak cipta sebelum dipublikasikan.
Diorama Fisik sebagai Sumber Edukasi dan Mitigasi
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Pemprov NTB akan menghadirkan ruang diorama kearsipan fisik yang menampilkan berbagai arsip MotoGP Mandalika. Diorama ini akan menyajikan dokumentasi lengkap, mulai dari legenda lokal seperti Putri Mandalika, proses pembangunan sirkuit, hingga pelaksanaan MotoGP dari seri pertama. Tempat untuk diorama ini sudah tersedia.
Diorama ini juga akan memuat berbagai arsip penting lainnya, termasuk peristiwa bersejarah dan budaya lokal NTB. Konsep diorama dirancang dalam empat tema besar yang mencakup sejarah masa lampau, seperti letusan Gunung Samalas, Rinjani, dan Tambora, hingga perkembangan NTB masa kini. Ini menunjukkan kekayaan sejarah dan alam NTB.
Menurut Khalik Saifullah, penyusunan arsip ini memiliki nilai strategis sebagai sumber edukasi bagi generasi mendatang. Selain itu, arsip ini juga berfungsi sebagai alat mitigasi bencana. "Kita harus menyiapkan informasi yang jelas untuk anak cucu kita. Kejadian gempa di Lombok Utara atau event MotoGP misalnya, mungkin sekarang bekasnya masih ada, tapi 10-20 tahun lagi memori apa yang tersisa. Arsip ini penting untuk edukasi dan mitigasi bencana karena fenomena alam bersifat periodik," ujarnya.
Pameran Virtual dan Promosi Global NTB
Selain diorama fisik, hasil pengumpulan arsip juga akan ditampilkan dalam Pameran Virtual Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Pameran ini dijadwalkan dapat diakses mulai 18 Mei mendatang, memberikan jangkauan yang lebih luas kepada publik. Platform virtual ini memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses kekayaan sejarah Mandalika dan NTB.
Melalui platform ini, Pemprov NTB berharap dunia dapat melihat perjalanan Mandalika menjadi salah satu pusat perhatian global. Pameran virtual ini menjadi sarana efektif untuk menggaungkan nama NTB ke kancah internasional. "Kami ingin menggaungkan nama NTB ke luar. Melalui pameran virtual ini, dunia bisa melihat sejarah otentik dan potensi kita," kata Saifullah.
Inisiatif ini tidak hanya tentang pelestarian sejarah, tetapi juga tentang promosi pariwisata dan budaya. Dengan menampilkan diorama MotoGP Mandalika secara fisik dan virtual, NTB berupaya menarik perhatian wisatawan dan investor. Ini merupakan langkah proaktif dalam menempatkan NTB sebagai destinasi unggulan di mata dunia.
Sumber: AntaraNews