Membangun Mimpi dari Daerah: Kisah Boby Berliandika dan Putri Imelia di Era Digital
Musik tetap menjadi napas utama, tetapi di saat yang sama ia membangun manajemen artis.
Bagi Boby Berliandika, panggung musik bukanlah garis akhir sebuah perjalanan. Setelah dikenal publik lewat ajang X Factor Indonesia, penyanyi asal Situbondo itu justru memilih memperluas langkahnya ke berbagai bidang. Musik tetap menjadi napas utama, tetapi di saat yang sama ia membangun manajemen artis, mengembangkan bisnis, aktif di media digital, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial bersama sang istri, Putri Imelia Ajeng Prianti.
Pasangan muda ini meyakini bahwa dunia digital memberi ruang yang lebih luas bagi siapa pun untuk berkarya. Bukan hanya bagi mereka yang tinggal di kota besar, tetapi juga bagi anak-anak muda dari daerah yang memiliki mimpi serupa.
Keyakinan itulah yang mendorong Boby mendirikan Berlian Entertainment, sebuah manajemen artis yang menurutnya lahir dari pengalaman pribadi saat merintis karier di industri musik nasional.
"Berlian Entertainment ini bukan cuma soal saya sebagai penyanyi, tapi bagaimana saya bisa membuka ruang buat talenta-talenta baru dari daerah untuk berkembang di industri musik nasional. Saya ingin apa yang saya alami di X Factor dulu bisa jadi jalan buat orang lain juga," ujar Boby dikutip Jumat (3/7).
Perjalanan itu kemudian menjadi lebih lengkap ketika ia menikahi Putri Imelia pada Oktober 2024. Setahun berselang, pasangan ini dikaruniai seorang putri bernama Ruby Berliandika, yang lahir di Kota Malang pada 12 September 2025.
Bagi Boby, kelahiran sang buah hati menjadi momen yang mengubah banyak hal, termasuk cara mereka memandang kehidupan dan berkarya.
"12 September 2025 itu momen yang enggak akan pernah saya lupakan. Ruby lahir di Malang, jauh dari kampung halaman kami di Situbondo, tapi justru itu yang bikin perjalanan ini terasa spesial buat keluarga kecil kami," ungkapnya.
Sejak saat itu, kehidupan keluarga kecil mereka kerap hadir di media sosial. Namun, konten yang dibagikan bukan sekadar dokumentasi keseharian, melainkan juga ruang untuk menyampaikan nilai-nilai positif kepada para pengikutnya.
Di balik layar, Putri memiliki peran yang tak kalah penting. Selain mendampingi Boby mengelola Berlian Entertainment, ia juga mengembangkan usaha mikro melalui Berlian's Food, dengan produk andalan berupa keripik teripang yang memanfaatkan potensi hasil laut Situbondo.
Baginya, usaha tersebut bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga upaya memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Keripik teripang ini awalnya cuma coba-coba, tapi ternyata responsnya bagus. Saya lihat ini peluang untuk mengangkat produk lokal Situbondo sekaligus membuka lapangan kerja kecil-kecilan di sekitar rumah," kata Putri.
Kesibukan mereka di dunia hiburan dan usaha tak membuat pasangan ini melupakan lingkungan sekitar. Boby dan Putri rutin mengunjungi para lansia serta warga kurang mampu di Situbondo. Mereka memilih hadir secara langsung, mendengarkan cerita, dan berbagi waktu, bukan sekadar memberikan bantuan.
"Kami sering turun langsung ke lapangan, ketemu lansia dan warga kurang mampu di sekitar Situbondo. Bukan cuma soal bantu-bantu materi, tapi juga soal hadir dan mendengar cerita mereka. Itu yang bikin kami merasa karier kami ada gunanya," jelas Putri.
Seluruh aktivitas tersebut berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi digital. Bagi mereka, media sosial bukan hanya tempat membangun popularitas, tetapi juga sarana memperluas bisnis, memperkenalkan karya, hingga menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat.
"Lewat digitalisasi, kami bisa mengembangkan karier sekaligus usaha yang kami bangun. Bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bagaimana konten yang kami buat dapat memberikan edukasi dan inspirasi kepada masyarakat. Kami ingin terus berkarya melalui musik, berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari, serta menghadirkan konten yang membawa dampak positif bagi publik," ujar Boby dan Putri dalam pernyataan bersama.
Ke depan, pasangan asal Situbondo itu ingin menjadikan media digital sebagai ruang belajar bagi generasi muda, khususnya mereka yang tinggal di daerah dan memiliki mimpi membangun usaha sendiri.
"Target kami ke depan, konten yang kami buat nggak cuma soal keseharian keluarga, tapi juga edukasi soal cara membangun usaha lewat media sosial. Banyak anak muda di daerah yang punya potensi tapi belum tahu cara memanfaatkan digitalisasi," tutur Boby.
Melalui musik, bisnis, media digital, dan kegiatan sosial, Boby Berliandika dan Putri Imelia sedang merangkai perjalanan yang berbeda. Mereka membuktikan bahwa teknologi bukan sekadar ruang hiburan, melainkan jembatan untuk membangun mimpi, memberdayakan masyarakat, dan membuka kesempatan bagi lebih banyak orang agar tumbuh bersama.