Finalis Putra Putri Pariwisata Jadi Motor Promosi UMKM Tanah Laut Lewat Digital
Finalis Putra Putri Pariwisata Tanah Laut 2026 didorong menjadi motor Promosi UMKM Tanah Laut. Mereka manfaatkan media digital dan budaya lokal untuk perluas pasar dan daya tarik wisata. Simak strateginya!
Finalis Putra Putri Pariwisata Kabupaten Tanah Laut (Tala) 2026, Kalimantan Selatan, kini dipersiapkan menjadi motor penggerak utama promosi UMKM khas daerah. Upaya ini bertujuan memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan dan meningkatkan daya tarik pariwisata lokal melalui digital dan budaya.
Persiapan ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan, termasuk kunjungan visitasi ke Gedung Dekranasda Kabupaten Tanah Laut. Kunjungan ini merupakan bagian dari karantina terbuka bagi finalis. Para finalis diperkenalkan langsung dengan kain sasirangan, kerajinan, dan produk unggulan UMKM. Semua ini menjadi identitas khas Kabupaten Tanah Laut.
Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Laut, Hj Wiwi Zazuli, menyatakan finalis Putra Putri Pariwisata memiliki peran strategis. Pernyataan ini disampaikan di Pelaihari, Kabupaten Tala, pada Minggu. Mereka diharapkan mampu menjadi duta promosi daerah yang efektif. Tujuannya memperkenalkan produk UMKM dan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Peran Strategis Duta Pariwisata dalam Promosi UMKM Tanah Laut
Hj Wiwi Zazuli menekankan pentingnya peran finalis sebagai duta promosi yang tidak hanya memperkenalkan destinasi wisata, tetapi juga kekayaan budaya dan produk unggulan. Menurutnya, mereka adalah wajah yang mampu mengangkat identitas daerah ke kancah yang lebih luas.
Ia juga mengingatkan agar pengembangan ekonomi kreatif tetap berpijak pada kekayaan budaya lokal. Hal ini penting agar produk yang dihasilkan memiliki ciri khas dan mampu bersaing di pasar tanpa kehilangan identitas daerah.
“Kita boleh melihat motif-motif dari daerah lain sebagai referensi, tetapi jangan sampai meninggalkan identitas daerah kita sendiri,” ujar Wiwi. Ia menambahkan bahwa yang terpenting adalah bagaimana mengolah dan mengkolaborasikan motif khas daerah agar memiliki nilai tambah dan daya saing.
Pemanfaatan Digital untuk Daya Saing Produk Lokal
Wiwi mendorong para finalis untuk aktif memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan kain sasirangan, kerajinan, serta produk unggulan UMKM Tanah Laut kepada masyarakat yang lebih luas.
Promosi yang dilakukan oleh generasi muda melalui konten kreatif dapat menjadi langkah efektif. Ini tidak hanya memperluas pemasaran UMKM tetapi juga meningkatkan daya tarik pariwisata Kabupaten Tanah Laut secara keseluruhan.
Pendekatan digital ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih besar dan beragam. Dengan demikian, produk-produk lokal dapat dikenal tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional bahkan internasional.
Kolaborasi Pariwisata, Budaya, dan UMKM sebagai Penggerak Ekonomi
Selain wawasan mengenai potensi ekonomi kreatif, para finalis juga diajak memahami pentingnya kolaborasi antar sektor. Kolaborasi antara pariwisata, budaya, dan UMKM dianggap sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
Visitasi ke gedung Dekranasda ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas para finalis sebagai agen promosi. Mereka diharapkan mampu mengangkat produk UMKM khas Tanah Laut ke pasar yang lebih luas.
“Kami berharap para finalis tidak hanya menjadi duta destinasi wisata, tetapi juga mampu menjadi wajah promosi budaya, kerajinan, dan produk unggulan Kabupaten Tanah Laut,” pungkas Wiwi. Pendekatan kreatif dan digital menjadi kunci untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada wisatawan.
Sumber: AntaraNews