Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tengah gencar mengembangkan kawasan wisata berbasis konservasi mangrove di Batu Ampar, Kalimantan Barat. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, bertujuan menciptakan destinasi unggulan baru yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mempercepat penataan kawasan wisata. Keterlibatan sektor swasta diharapkan dapat mendukung pembangunan berbagai fasilitas publik serta penataan lingkungan di Batu Ampar.
Pengembangan kawasan wisata ini telah memasuki tahap pelaksanaan, dengan target penyelesaian fasilitas utama dalam tiga bulan ke depan. Langkah ini diambil agar Batu Ampar dapat segera dipromosikan sebagai daya tarik wisata baru yang menarik bagi pengunjung.
Advertisement
Advertisement
Keterlibatan perusahaan di Batu Ampar menjadi bagian krusial dalam percepatan penataan kawasan wisata. Kolaborasi ini tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Pemerintah menargetkan sejumlah fasilitas utama dapat diselesaikan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Hal ini bertujuan agar kawasan Batu Ampar dapat segera dipromosikan sebagai destinasi wisata baru yang siap menyambut wisatawan.
Berbagai infrastruktur penting akan dibangun dan ditingkatkan untuk menunjang kenyamanan wisatawan. Ini meliputi peningkatan akses jalan menuju kawasan wisata, penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai, penerangan jalan, serta penataan kawasan secara menyeluruh agar memiliki daya tarik lebih baik.
Advertisement
Pengembangan Wisata Batu Ampar tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, melainkan juga mengedepankan konsep kawasan yang tertata, bersih, dan nyaman. Dengan demikian, diharapkan setiap pengunjung dapat memperoleh pengalaman wisata yang berkesan dan tak terlupakan.
Advertisement
Selain kawasan Bukit Talang, pemerintah juga mengembangkan berbagai destinasi pendukung yang beragam. Destinasi ini mencakup wisata edukasi mangrove, jalur sepeda, lintasan hiking, area berkemah, lokasi pembesaran kepiting, hingga jalur wisata sepanjang sekitar 500 meter yang membelah kawasan mangrove.
Batu Ampar memiliki potensi wisata alam yang sangat besar, termasuk keberadaan Pulau Gelanggang yang menawarkan panorama matahari terbenam memukau. Potensi ini berpeluang besar untuk menjadi salah satu daya tarik utama di Kalimantan Barat.
Untuk memperkuat aksesibilitas, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar. Dana ini digunakan untuk meningkatkan infrastruktur jalan menuju Batu Ampar dan Teluk Nibung, dengan peningkatan konektivitas yang akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun berikutnya.
Advertisement
Pengembangan kawasan wisata ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Peningkatan pariwisata berpotensi meningkatkan permintaan homestay, mengembangkan usaha kuliner dan UMKM lokal, serta membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Advertisement
Pembangunan kawasan wisata di Batu Ampar tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan menjaga kelestarian hutan mangrove. Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pesisir Batu Ampar yang vital untuk lingkungan.
Kawasan hutan mangrove di Kecamatan Batu Ampar memiliki luas sekitar 60.000 hektare lebih, termasuk area hutan lindung seluas 25.000 hektare. Keunggulan hutan mangrove ini telah diakui sebagai salah satu habitat mangrove terlengkap dan terluas di dunia.
Pengembangan sektor pariwisata di Batu Ampar diharapkan menjadi instrumen efektif untuk memperkuat upaya konservasi. Selain itu, pariwisata juga diharapkan dapat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui ekowisata.
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis bahwa sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya Batu Ampar. Kawasan ini envisioned sebagai wisata berbasis mangrove yang mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir.
Sumber: AntaraNews