Disdikpora Cianjur Pastikan Program Revitalisasi Sekolah Swasta dari Kemendikdasmen Berjalan Optimal
Disdikpora Cianjur memastikan program revitalisasi sekolah swasta dari Kemendikdasmen berjalan optimal. Ini bertujuan meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan di Cianjur.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah mendata sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) swasta di wilayahnya yang menerima bantuan program revitalisasi. Bantuan ini berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dengan Yayasan Al-Azmi dan PKBM Sarbini menjadi salah satu penerima manfaat.
Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, pada Minggu (28/6) di Cianjur, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program peningkatan mutu sarana dan prasarana pendidikan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Fokus revitalisasi mencakup berbagai fasilitas penting seperti ruang kelas, ruang guru, serta ruang pendukung lainnya yang krusial bagi proses belajar mengajar. Peningkatan fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan representatif bagi para peserta didik di Cianjur.
Kemendikdasmen dan Disdikpora Cianjur Sinergi dalam Revitalisasi Sekolah
Disdikpora Cianjur secara aktif mendampingi kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Kemendikdasmen. Monev ini menyasar sejumlah sekolah jenjang SD dan SMP swasta yang sedang melaksanakan Program Revitalisasi di Cianjur.
Kegiatan Monev ini memiliki peran vital untuk meninjau secara langsung progres pelaksanaan revitalisasi di lapangan. Selain itu, Monev juga memastikan kualitas pekerjaan yang dilakukan sesuai standar, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif bagi peserta didik.
Sinergi antara pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen dan pemerintah daerah melalui Disdikpora Cianjur ini diharapkan dapat mengoptimalkan seluruh program peningkatan kualitas pendidikan. Transparansi dan manfaat nyata bagi masyarakat Cianjur menjadi tujuan utama dari kolaborasi ini.
Verifikasi Calon Penerima dan Peningkatan Mutu Pendidikan
Selain melakukan Monev terhadap sekolah yang sedang berjalan, Disdikpora Cianjur juga melaksanakan monitoring dan evaluasi ke PKBM Sarbini di Kecamatan Cugenang. PKBM Sarbini merupakan salah satu calon penerima bantuan revitalisasi.
Verifikasi kesiapan calon penerima bantuan sangat penting untuk memastikan seluruh persyaratan dan ketentuan program telah dipenuhi dengan baik. Proses ini menjamin bahwa bantuan disalurkan kepada pihak yang benar-benar memenuhi kriteria dan siap melaksanakan program.
Ruhli Solehudin berharap bantuan revitalisasi sekolah ini dapat meningkatkan berbagai program pendidikan di Cianjur. Hal ini selaras dengan program pemerintah pusat dan provinsi, serta diharapkan mampu menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan usia lama sekolah di wilayah tersebut.
Tantangan dan Upaya Disdikpora Cianjur Atasi Kerusakan Sekolah
Meskipun ada program revitalisasi, Disdikpora Cianjur menghadapi tantangan besar terkait kondisi infrastruktur pendidikan. Hingga saat ini, lebih dari seribu SD dan SMP di Cianjur belum tersentuh perbaikan karena keterbatasan anggaran.
Bahkan, sekitar 500 ruang kelas mengalami rusak berat dan tidak dapat dipergunakan untuk proses belajar mengajar sejak beberapa tahun terakhir. Kondisi ini tentu sangat menghambat kualitas pendidikan dan kenyamanan siswa dalam belajar.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Disdikpora Cianjur, termasuk mengajukan bantuan ke pemerintah pusat dan provinsi. Tujuannya adalah untuk mempercepat pembangunan ruang kelas yang rusak, mengingat terbatasnya anggaran yang tersedia dari APBD Cianjur setiap tahunnya.
Tidak hanya mengandalkan pemerintah, Disdikpora Cianjur juga menggandeng berbagai perusahaan untuk menyalurkan dana CSR-nya. Dana ini diharapkan dapat membantu pembangunan ruang kelas yang rusak, mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur, demi masa depan pendidikan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews