Perkuat Ketahanan Pangan Kalbar, Pemprov Gandeng HKTI Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menjalin kemitraan strategis dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk memperkuat Ketahanan Pangan Kalbar, memodernisasi sektor pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perkuat Ketahanan Pangan Kalbar, Pemprov Gandeng HKTI Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menjalin kemitraan strategis dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk memperkuat Ketahanan Pangan Kalbar, memodernisasi sektor pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) secara resmi melibatkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sebagai mitra strategis. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah ini diambil melalui penguatan kelembagaan petani, modernisasi pertanian, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyatakan bahwa HKTI memiliki peran vital sebagai organisasi. Organisasi ini menghimpun dan memperjuangkan kepentingan para petani. HKTI juga berfungsi sebagai penghubung antara kebutuhan petani dengan kebijakan pemerintah.

Keterlibatan HKTI diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan. Ini mencakup peningkatan kualitas produksi pertanian dan adopsi teknologi modern. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mempercepat kemandirian pangan di Kalimantan Barat.

Peran Strategis HKTI dalam Pembangunan Pertanian

Gubernur Ria Norsan menekankan pentingnya peran HKTI sebagai wadah perjuangan dan penguatan bagi petani. Beliau berharap HKTI Kalbar semakin fokus pada penguatan ketahanan pangan daerah. HKTI juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi pertanian.

Selain itu, HKTI juga diharapkan memberikan pendampingan kepada petani. Pendampingan ini penting dalam mengadopsi teknologi pertanian modern. Norsan menilai, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi.

Penguatan ini juga harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan petani. Pemanfaatan teknologi modern dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian juga krusial. Melibatkan seluruh DPC HKTI di Kalbar menjadi langkah strategis.

Langkah ini bertujuan memperkuat konsolidasi organisasi. HKTI diharapkan lebih responsif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian. Tantangan tersebut termasuk isu ketahanan pangan.

Sinergi Pemprov dan HKTI untuk Petani

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI. DPC di kabupaten dan kota diharapkan menyusun program kerja yang terukur. Program ini harus mengacu pada potensi unggulan masing-masing daerah.

Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan program pertanian yang lebih efektif. Program ini juga harus tepat sasaran. Manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh petani.

Pemprov Kalbar juga berkomitmen memperluas sinergi dengan HKTI. Dukungan akan diberikan dalam akses permodalan. Penyediaan sarana produksi dan penguatan distribusi juga menjadi fokus.

Pemasaran hasil pertanian juga akan diperkuat. Ini merupakan bagian dari upaya membangun rantai pasok pangan yang lebih kuat. Rantai pasok ini akan mencakup dari hulu hingga hilir.

Optimisme Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan

Kolaborasi antara Pemprov Kalbar dan HKTI diarahkan untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian. Ini juga bertujuan memperkuat kemandirian pangan daerah. Hal ini penting di tengah berbagai tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi.

Gubernur Norsan optimistis bahwa keterlibatan HKTI akan mempercepat peningkatan produktivitas pertanian. Keterlibatan ini juga akan memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain itu, kolaborasi ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Peningkatan kesejahteraan petani di Kalimantan Barat menjadi tujuan utama. HKTI harus hadir lebih konkret di tengah petani. HKTI tidak hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai motor penggerak peningkatan produktivitas dan kesejahteraan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi