DKP Mataram Distribusi Alat Tangkap, Tingkatkan Produktivitas Nelayan Lokal

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Distribusi Alat Tangkap berupa mesin ketinting dan jaring tongkol kepada kelompok nelayan, bertujuan mendongkrak produktivitas serta pendapatan nelayan setempat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DKP Mataram Distribusi Alat Tangkap, Tingkatkan Produktivitas Nelayan Lokal
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Distribusi Alat Tangkap berupa mesin ketinting dan jaring tongkol kepada kelompok nelayan, bertujuan mendongkrak produktivitas serta pendapatan nelayan setempat. (AntaraNews)

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menyalurkan bantuan sarana alat tangkap kepada sejumlah kelompok nelayan. Distribusi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas hasil tangkapan nelayan di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan dilakukan pada Minggu (28/6) di tiga zona utama, meliputi zona selatan, tengah, dan utara Kota Mataram.

Bantuan yang disalurkan mencakup 14 unit mesin ketinting dan 27 jaring tongkol, yang merupakan upaya konkret DKP Mataram. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mendukung keberlanjutan usaha perikanan lokal. Fokus utama adalah peningkatan hasil tangkapan, khususnya jenis ikan tongkol yang menjadi komoditas dominan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kota Mataram, Mulyadi Tundru, menyatakan bahwa inisiatif ini krusial. Program ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan para nelayan di Kota Mataram. Peningkatan produksi ikan tongkol juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Bantuan sarana alat tangkap yang disalurkan oleh DKP Kota Mataram meliputi mesin ketinting dan jaring tongkol. Jaring tongkol menjadi bantuan yang selalu diberikan mengingat ikan tongkol merupakan hasil tangkapan dominan nelayan di Kota Mataram. DKP Mataram menargetkan produksi ikan tongkol mencapai 2.000 ton setiap tahunnya.

Mulyadi Tundru menjelaskan bahwa dengan adanya bantuan alat tangkap ini, nelayan Kota Mataram diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan. Peningkatan produktivitas ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Saat ini, produksi tongkol nelayan Mataram baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan warga Mataram, sisanya didatangkan dari daerah penyangga.

Peningkatan kapasitas tangkap melalui DKP Mataram Distribusi Alat Tangkap ini menjadi kunci. Hal ini tidak hanya untuk memenuhi target produksi tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Dengan demikian, ketersediaan ikan tongkol segar bagi masyarakat Mataram dapat terjamin.

Total anggaran yang dialokasikan untuk pemberian bantuan alat tangkap nelayan pada tahun ini sekitar Rp100 juta. Dana ini bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan. Angka ini relatif lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seperti 2024 dan 2025, yang mencapai sekitar Rp900 juta.

Mulyadi Tundru mengungkapkan bahwa penurunan anggaran terjadi karena DKP Kota Mataram tidak mendapatkan alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) pada tahun 2026. Alokasi DBHCHT pada tahun-tahun sebelumnya memungkinkan bantuan diberikan lebih banyak dan merata. Meskipun anggaran berkurang, DKP berharap nelayan dapat mengoptimalkan bantuan yang ada.

Optimalisasi bantuan ini krusial untuk mendukung keberlanjutan usaha nelayan lokal. Peningkatan produktivitas tetap menjadi prioritas utama. Dengan demikian, diharapkan dapat berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan nelayan di tengah keterbatasan anggaran.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan bantuan, DKP Kota Mataram menerapkan kebijakan ketat. Sebelum bantuan diserahkan, setiap nelayan penerima diminta menandatangani surat pernyataan. Surat ini berisi komitmen untuk tidak memindahtangankan atau menjualbelikan bantuan kepada pihak lain.

Mulyadi Tundru menegaskan bahwa jika terjadi pelanggaran, nelayan yang bersangkutan akan dicoret dari daftar penerima bantuan. Mereka juga tidak akan mendapatkan program bantuan selanjutnya dari DKP Mataram. Kebijakan ini diberlakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dimanfaatkan secara maksimal.

Pengawasan terhadap pemanfaatan alat tangkap dilakukan secara langsung oleh petugas dan penyuluh perikanan di lapangan. Langkah ini memastikan bahwa bantuan DKP Mataram Distribusi Alat Tangkap benar-benar digunakan untuk tujuan peningkatan produktivitas. Pengawasan berkelanjutan ini penting demi keberlanjutan usaha perikanan dan kesejahteraan nelayan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi