Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menuntaskan program revitalisasi pada 83 satuan pendidikan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Proyek ini rampung sepanjang tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp106 miliar. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Cianjur, Sabtu, menjelaskan bahwa revitalisasi ini adalah bagian dari program nasional yang lebih luas. Secara keseluruhan, Kemendikdasmen berhasil merevitalisasi 16.169 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun 2025, dengan total anggaran Rp16,9 triliun. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Cianjur ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat setempat. Dengan melibatkan tenaga kerja dan material dari lingkungan sekitar, program ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa secara nasional, Kemendikdasmen telah merevitalisasi sebanyak 16.169 satuan pendidikan sepanjang tahun 2025. Anggaran total yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp16,9 triliun, menunjukkan skala investasi pemerintah di sektor pendidikan.
Angka ini jauh melebihi target awal yang hanya mencakup 10.440 satuan pendidikan dengan anggaran yang sama. Keberhasilan ini dicapai berkat penerapan sistem swakelola. Sistem ini terbukti mampu menciptakan efisiensi anggaran yang signifikan.
“Awalnya anggaran Rp16,9 triliun itu hanya untuk 10.440 satuan pendidikan, tapi dengan sistem swakelola atas saran Presiden Prabowo ternyata terjadi efisiensi lebih dari 32 persen, namun kami dapat menuntaskan revitalisasi untuk 16.169 satuan pendidikan,” jelas Abdul Mu'ti di Cianjur. Efisiensi ini memungkinkan jangkauan program yang lebih luas.
Advertisement
Advertisement
Di Kabupaten Cianjur sendiri, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 83 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp106 miliar. Revitalisasi Satuan Pendidikan Cianjur ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, memastikan pemerataan fasilitas.
Rinciannya meliputi empat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 26 sekolah dasar (SD), 25 sekolah menengah pertama (SMP), 12 sekolah menengah atas (SMA), 12 sekolah menengah kejuruan (SMK), dua sekolah luar biasa (SLB), serta satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Ini menunjukkan cakupan program yang komprehensif.
Meskipun sebagian besar proyek telah rampung, terdapat lima satuan pendidikan yang masih dalam tahap penyelesaian. Ini terdiri dari dua TK dan tiga sekolah dasar yang diharapkan segera tuntas. Penyelesaian proyek ini menjadi prioritas Kemendikdasmen.
Advertisement
Faktor alam dan geografis, seperti cuaca hujan dan jarak pengiriman material yang jauh, menjadi kendala utama dalam penyelesaian lima proyek tersebut. Namun, pihak Kemendikdasmen terus berupaya agar semua proyek dapat diselesaikan tepat waktu.
Advertisement
Abdul Mu'ti menekankan pentingnya pelaksanaan revitalisasi yang tepat waktu, efisien, dan akuntabel, dengan hasil bangunan yang lebih baik. Kualitas infrastruktur pendidikan menjadi prioritas utama, memastikan lingkungan belajar yang kondusif.
Selain peningkatan kualitas fisik, program revitalisasi juga dirancang untuk berkontribusi pada penggerakan ekonomi masyarakat lokal. Inisiatif ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memberdayakan daerah dan menciptakan lapangan kerja.
“Program revitalisasi harus berdampak terhadap perekonomian masyarakat, karena semua tenaga kerja, dan kebutuhan material dari masyarakat sekitar termasuk di Cianjur,” tegasnya. Hal ini memastikan manfaat program dirasakan langsung oleh warga setempat, menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews