Sekolah Garuda Kaltim Pertajam Kolaborasi Riset Siswa, Dorong Daya Saing Global
SMA Negeri 10 Samarinda, sebagai Sekolah Garuda Kaltim, terus mempertajam kolaborasi riset siswa dan program penguatan lainnya untuk meningkatkan daya saing pendidikan di kancah nasional dan global.
SMA Negeri 10 Samarinda, yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi di Provinsi Kalimantan Timur, terus berinovasi. Institusi pendidikan ini secara konsisten mempertajam program kolaborasi riset siswa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing pendidikan baik di tingkat nasional maupun di arena global.
Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, menjelaskan bahwa berbagai program penguatan dimatangkan. Program tersebut meliputi riset kolaboratif, pengayaan IELTS, dan penyusunan portofolio berbasis minat. Inisiatif ini dirancang agar para siswa siap bersaing di berbagai jenjang pendidikan dan karier.
Pendekatan berbasis minat menjadi inti dari program penguatan yang diusung sekolah. Siswa yang menunjukkan ketertarikan khusus akan mendapatkan layanan penuh. Sementara itu, siswa lainnya diarahkan pada penguatan di bidang sains dan teknologi.
Memperkuat Fondasi Pendidikan Global
Selain fokus pada riset kolaboratif, pihak sekolah juga memperkenalkan standardisasi internasional sejak kelas 10. Langkah ini bertujuan untuk membiasakan siswa dengan standar pendidikan global sejak dini. Sekolah juga berupaya menaikkan level pembelajaran ke kurikulum Cambridge.
Kurikulum Cambridge dikenal karena pendekatan berbasis pemecahan masalah dan praktik. Ini akan melengkapi siswa dengan keterampilan berpikir kritis dan analitis yang esensial. Ni Made Adnyani menambahkan bahwa sekolah juga berkonsentrasi pada penataan fasilitas sarana dan prasarana.
Terutama, laboratorium menjadi prioritas utama setelah adanya kunjungan gubernur. Penataan ini dilakukan guna menunjang kelancaran riset siswa. Fasilitas yang memadai sangat krusial untuk mendukung kegiatan ilmiah dan eksperimen.
Raihan Prestasi dan Beasiswa Garuda
Sebagai Sekolah Garuda, SMA Negeri 10 Samarinda telah mencatatkan pencapaian positif sejak diresmikan pada tahun 2025. Pada tahun pertama, sekolah ini berhasil meraih 116 surat penerimaan dari kampus berskala global. Prestasi ini diperoleh oleh 32 orang siswa.
Rentetan prestasi tersebut menempatkan SMA Negeri 10 Samarinda di peringkat keempat secara nasional. Peringkat ini dihitung berdasarkan jumlah penerima Beasiswa Garuda. Ini menunjukkan kualitas pendidikan yang diakui secara luas.
Ni Made Adnyani juga mengungkapkan bahwa jumlah penerima Beasiswa Garuda dari sekolah mereka tahun ini adalah enam orang. Jumlah ini berasal dari sekitar 30 siswa yang telah mendaftar. Angka ini mencerminkan komitmen sekolah dalam mendukung pendidikan lanjutan siswa.
Apresiasi Pemerintah dan Pemerataan Kualitas
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Keberhasilan SMA Negeri 10 Samarinda diyakini mampu memotivasi peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh di wilayahnya. Ini adalah langkah maju bagi pendidikan daerah.
Pemerintah daerah berharap keberhasilan ini dapat menular ke satuan pendidikan lain. Harapan ini semakin kuat setelah SMA Nasional KPS Balikpapan juga ditetapkan sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan kualitas unggul sumber daya manusia di Kalimantan Timur.
Upaya kolaboratif antara sekolah dan pemerintah daerah ini menunjukkan komitmen kuat. Komitmen tersebut untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif dan inovatif. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak siswa Kaltim yang mampu bersaing di kancah global.
Sumber: AntaraNews