Jatim Hub Perkuat Daya Saing Ekspor Jawa Timur di Kancah Global
Gubernur Khofifah menegaskan Jatim Hub di Sidoarjo mempercepat distribusi dan menekan biaya logistik, kunci peningkatan daya saing ekspor Jawa Timur di pasar global.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kawasan Jatim Hub di Sidoarjo adalah kunci untuk memperkuat daya saing ekspor provinsi tersebut. Integrasi layanan karantina dan logistik di Jatim Hub dirancang untuk mempercepat distribusi barang. Langkah ini juga bertujuan untuk menekan biaya logistik, serta mengurangi waktu tunggu atau dwelling time.
Khofifah menjelaskan bahwa di tengah ketatnya persaingan perdagangan global, kecepatan layanan menjadi faktor penentu daya saing. Keberadaan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro Jemundo, Kabupaten Sidoarjo, merupakan langkah strategis. Fasilitas ini penting dalam meningkatkan efisiensi perdagangan, logistik ekspor-impor, serta pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di Jawa Timur.
Fasilitas ini merupakan implementasi dari Integrated Agro-Logistics and Quarantine Gateway. Sistem ini mengintegrasikan logistik pangan dan prosedur karantina dalam satu sistem yang efisien, cepat, dan transparan. Dengan gerbang terintegrasi ini, proses logistik dan karantina tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung secara modern dan efektif.
Integrasi Logistik dan Karantina di Jatim Hub
Penguatan fungsi karantina di Jatim Hub selaras dengan strategi Gerbang Baru Nusantara. Strategi ini menempatkan Jawa Timur sebagai pusat konektivitas, logistik, dan ekonomi penghubung Indonesia Barat dan Timur. Kecepatan layanan menjadi esensial untuk bersaing di pasar global, dan Jatim Hub menjawab kebutuhan tersebut.
Fasilitas karantina terpadu ini mengintegrasikan pemeriksaan, pengasingan, tindakan karantina, hingga pengujian laboratorium dalam satu kawasan. Sistem ini diperkuat dengan joint inspection bersama Bea Cukai, memastikan proses yang lebih efisien dan terkoordinasi. Dengan demikian, waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk proses ekspor-impor dapat diminimalisir secara signifikan.
Kawasan Jatim Hub juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung modern. Ini termasuk pergudangan, cold storage, tempat penimbunan sementara, kawasan distribusi, laboratorium, dan pasar terpadu. Kelengkapan fasilitas ini mendukung operasional logistik dan karantina secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.
Jawa Timur sebagai 'Center of Gravity' Logistik Nasional
Posisi strategis Jawa Timur didukung oleh infrastruktur yang memadai, termasuk tujuh bandara, 37 pelabuhan, dan 12 ruas jalan tol. Selain itu, provinsi ini memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 13 kawasan industri, dan satu kawasan industri halal. Hal ini menempatkan Jawa Timur sebagai hub logistik yang vital di Indonesia.
Pelabuhan Tanjung Perak, sebagai salah satu pelabuhan utama, melayani 24 dari 41 rute Tol Laut nasional. Fakta ini menunjukkan bahwa hampir 80 persen pasokan logistik wilayah Indonesia Timur berasal dari Jawa Timur. Kondisi ini semakin menegaskan posisi Jawa Timur sebagai 'center of gravity' logistik dan perdagangan nasional, sekaligus Gerbang Baru Nusantara.
Pengembangan kawasan Jatim Hub merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Karantina Indonesia. Proyek ini juga mendapat dukungan dari PT Jatim Grha Utama (JGU) sebagai badan usaha milik daerah (BUMD). Sinergi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dan pusat dalam memajukan sektor perdagangan.
Mendukung UMKM Menuju Pasar Global
Gubernur Khofifah berharap kawasan Jatim Hub dapat menjadi pintu masuk bagi produk koperasi, usaha kecil menengah (UKM), dan industri kecil menengah (IKM) menuju pasar global. Tujuannya adalah agar produk-produk daerah, termasuk Koperasi Merah Putih, UKM, dan IKM, tidak hanya beredar di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing secara internasional.
Tantangan terbesar yang selama ini dihadapi pelaku usaha adalah distribusi barang yang lambat dan tingginya biaya logistik. Oleh karena itu, integrasi layanan karantina dan logistik di Jatim Hub sangat diperlukan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan distribusi yang lebih cepat dan efisien, membuka peluang lebih besar bagi produk lokal.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Ia menyebut keberadaan Badan Karantina Indonesia (Barantin) adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat perlindungan sumber daya alam hayati nasional. Karding juga berterima kasih kepada Gubernur Khofifah yang telah menempatkan Balai Karantina di satu tempat, sehingga pengujian dan karantina barang menjadi lebih mudah, efektif, efisien, tidak berbelit, dan mengurangi dwelling time.
Sumber: AntaraNews