Tim SAR Berhasil Lakukan Penyelamatan Lansia Pantai Anyer yang Terseret Ombak Kuat

Seorang wisatawan lansia berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan setelah terseret ombak kuat di Pantai Elpukara, Anyer. Insiden Penyelamatan Lansia Pantai Anyer ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berlibur.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Berhasil Lakukan Penyelamatan Lansia Pantai Anyer yang Terseret Ombak Kuat
Seorang wisatawan lansia berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan setelah terseret ombak kuat di Pantai Elpukara, Anyer. Insiden Penyelamatan Lansia Pantai Anyer ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berlibur. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan menunjukkan kesigapan luar biasa dalam operasi penyelamatan seorang wisatawan lanjut usia (lansia) di Pantai Elpukara, kawasan wisata Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Korban, Suparno (67), warga Perumahan Griya Permata Asri, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, berhasil dievakuasi setelah terseret ombak kuat. Peristiwa ini menjadi sorotan akan pentingnya kewaspadaan di area pantai, terutama bagi pengunjung yang kurang familiar dengan kondisi perairan.

Insiden nahas tersebut terjadi pada Sabtu, 27 Juni, sekitar pukul 08.00 WIB, saat korban sedang berenang di area pantai. Tiba-tiba, ombak besar disertai arus kuat datang dan langsung menyeret korban ke tengah laut. Beruntung, laporan cepat dari pengunjung setempat memungkinkan pihak berwenang untuk bertindak segera.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa kecelakaan laut ini diduga akibat faktor kelalaian wisatawan yang kurang waspada terhadap kondisi perairan. Koordinasi cepat antara BPBD dan berbagai unsur SAR gabungan berhasil mencegah tragedi yang lebih buruk. Penyelamatan Lansia Pantai Anyer ini menyoroti risiko tersembunyi di balik keindahan pantai.

Peristiwa bermula ketika Suparno, seorang lansia berusia 67 tahun, sedang menikmati aktivitas berenang di Pantai Elpukara. Tanpa disadari, perubahan kondisi laut dengan ombak yang tiba-tiba membesar dan arus yang kuat menyeretnya. Kejadian ini berlangsung sangat cepat, membuat korban kesulitan untuk kembali ke daratan.

Menerima laporan darurat dari pengunjung, BPBD Kabupaten Serang segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Personel penyelamat langsung disiapkan dan bergerak menuju lokasi kejadian tanpa menunda waktu. Kecepatan respons ini krusial dalam upaya penyelamatan nyawa di tengah bahaya laut.

Proses pencarian dan evakuasi berlangsung efisien berkat keterlibatan berbagai unsur SAR gabungan. Tim SAR Pantai BPBD Kabupaten Serang, jajaran Polsek Anyer, Kepolisian Perairan (Polair), serta relawan penjaga pantai dari Balawista bersatu padu dalam operasi ini. Kolaborasi antarlembaga ini memastikan bahwa setiap detik berharga dimanfaatkan secara maksimal untuk Penyelamatan Lansia Pantai Anyer.

Berkat kesigapan para petugas gabungan di lapangan, Suparno berhasil dievakuasi ke daratan dalam kondisi selamat. Setelah berhasil ditarik dari laut, penanganan medis awal segera diberikan. Ambulans dari Pemerintah Desa Bandulu dan Desa Sindanglaya disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama yang diperlukan.

Korban saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif di Klinik Medika Bertha Cinangka untuk pemulihan kondisinya. Pihak medis terus memantau keadaan Suparno guna memastikan ia mendapatkan penanganan terbaik. Penyelamatan Lansia Pantai Anyer ini menunjukkan pentingnya fasilitas medis yang siap siaga di area wisata.

Menyikapi kejadian ini, BPBD Kabupaten Serang mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan yang berlibur di pesisir pantai untuk selalu mengutamakan keselamatan. Pengunjung diminta lebih berhati-hati, memperhatikan cuaca, mematuhi batas aman berenang, serta mengikuti arahan petugas penjaga pantai. Kewaspadaan adalah kunci untuk menghindari risiko terseret arus dan kecelakaan laut lainnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi