Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, secara resmi mengumumkan bahwa masyarakat yang menjadi korban gempa bumi dan saat ini menempati hunian sementara (huntara) akan segera menerima berbagai bentuk Bantuan Korban Gempa Sigi yang sangat dibutuhkan. Bantuan ini mencakup perabotan rumah tangga esensial serta beragam santunan lainnya yang dirancang untuk meringankan beban hidup mereka pasca-bencana. Fokus utama penyaluran bantuan ini diarahkan pada wilayah-wilayah terdampak paling parah seperti Kecamatan Nokilalaki dan Palolo, yang mengalami kerusakan signifikan.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menjelaskan secara rinci bahwa dana untuk pengadaan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta merupakan alokasi bantuan langsung dari Kementerian Sosial. Inisiatif strategis ini merupakan bagian integral dari upaya kolektif pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung proses pemulihan menyeluruh pasca-bencana alam. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat secara signifikan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur serta kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.
Lebih lanjut, korban gempa juga akan mendapatkan bantuan berupa biaya hidup sebesar Rp15 ribu per jiwa, yang dialokasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Santunan khusus juga diberikan berdasarkan tingkat keparahan dampak yang dialami, mulai dari korban luka ringan, luka berat, hingga ahli waris korban meninggal dunia. Langkah komprehensif ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memastikan kesejahteraan dan pemulihan para penyintas gempa.
Advertisement
Advertisement
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, telah merinci berbagai bentuk Bantuan Korban Gempa Sigi yang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak secara bertahap dan terkoordinasi. Salah satu komponen penting adalah dana perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta, yang secara spesifik disiapkan dan didanai oleh Kementerian Sosial. Bantuan ini krusial untuk membantu warga melengkapi kebutuhan dasar di hunian sementara mereka, memungkinkan mereka untuk kembali menjalani kehidupan normal.
Selain dukungan untuk perabotan, pemerintah juga menyediakan alokasi biaya hidup sebesar Rp15 ribu per jiwa bagi masyarakat yang terdampak gempa, khususnya di wilayah Kecamatan Nokilalaki dan Palolo. Ini merupakan upaya konkret untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok sehari-hari para penyintas selama masa pemulihan. Santunan finansial tambahan juga diberikan berdasarkan tingkat keparahan dampak yang dialami oleh individu korban.
Korban gempa yang mengalami luka ringan akan menerima santunan sebesar Rp2 juta, sebagai bentuk kompensasi atas kerugian dan biaya pengobatan yang mungkin timbul. Sementara itu, korban luka berat akan mendapatkan santunan yang lebih besar, yaitu Rp5 juta, untuk mendukung proses penyembuhan mereka. Bagi ahli waris korban meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan sebesar Rp15 juta sebagai bentuk duka cita dan dukungan finansial. Total warga yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi tercatat sebanyak 92 orang, terdiri dari 78 luka ringan dan 14 luka berat, menunjukkan skala dampak fisik yang signifikan.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah daerah Kabupaten Sigi saat ini tengah memfokuskan upaya dan sumber daya pada percepatan pembangunan 50 unit hunian sementara (huntara) di Kecamatan Nokilalaki. Pembangunan huntara ini menjadi prioritas utama untuk segera menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga yang kehilangan rumah mereka. Upaya ini merupakan bagian integral dari fase tanggap darurat dan pemulihan jangka panjang pasca-gempa.
Bupati Rizal Intjenae secara tegas menyatakan bahwa mulai tanggal 1 Juli mendatang, wilayah Sigi akan secara resmi memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Oleh karena itu, semua lokasi yang direncanakan untuk pembangunan huntara harus segera dibersihkan dari sisa-sisa puing runtuhan rumah warga yang hancur. Proses pembersihan ini sangat krusial untuk memperlancar tahapan pembangunan selanjutnya dan memastikan efisiensi pemulihan infrastruktur.
Berdasarkan data terkini yang dirilis oleh Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi hingga Minggu (28/6) pukul 12.00 WITA, total rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa mencapai angka 3.439 unit. Rincian kerusakan ini menunjukkan tingkat keparahan yang bervariasi, meliputi 281 unit rusak berat, 1.191 unit rusak sedang, dan 1.967 unit rusak ringan. Data komprehensif ini menjadi dasar penting bagi perencanaan dan pelaksanaan program rehabilitasi di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews