Anggota Komisi VII DPR Dorong UMKM Kuasai Data Pasar untuk Produk Berdaya Saing Tinggi

Anggota Komisi VII DPR menekankan pentingnya UMKM kuasai data pasar agar mampu menciptakan produk spesial dan bermakna, menghindari jiplakan, serta meningkatkan daya saing di era digital.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Anggota Komisi VII DPR Dorong UMKM Kuasai Data Pasar untuk Produk Berdaya Saing Tinggi
Anggota Komisi VII DPR menekankan pentingnya UMKM kuasai data pasar agar mampu menciptakan produk spesial dan bermakna, menghindari jiplakan, serta meningkatkan daya saing di era digital. (AntaraNews)

Anggota Komisi VII DPR, Samuel Wattimena, baru-baru ini menyoroti pentingnya penguasaan data pasar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam dialognya dengan pelaku UMKM di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kota Salatiga pada Minggu (28/6), Samuel menegaskan bahwa data konsumen adalah kunci utama.

Ia menekankan bahwa dengan memahami kondisi pasar secara mendalam, UMKM dapat menentukan jenis produk yang tepat untuk diproduksi. Hal ini bertujuan agar produk yang dihasilkan memiliki keistimewaan dan mampu memenuhi kebutuhan spesifik konsumen.

Menurut Samuel, kelemahan utama UMKM saat ini adalah kurangnya kepemilikan data yang komprehensif. Akibatnya, banyak produk yang dibuat tidak memiliki daya saing unik di pasaran.

Samuel Wattimena menjelaskan bahwa tanpa penguasaan data, produk yang dihasilkan cenderung tidak memiliki keistimewaan. Ini membuat UMKM kesulitan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Sebaliknya, jika UMKM mampu menganalisis data dan melihat kebutuhan konsumen, produk yang dihasilkan akan menjadi spesial. Produk spesial ini memiliki nilai tambah dan daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Penguasaan data pasar tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang pemahaman mendalam terhadap preferensi dan perilaku konsumen. Hal ini memungkinkan UMKM untuk berinovasi dan menciptakan produk yang relevan.

Samuel juga mengingatkan bahwa saat memulai usaha, orientasi utama seharusnya bukan hanya materi semata. Ia menyarankan agar UMKM fokus menciptakan produk yang memiliki makna dan nilai.

Apabila UMKM memproduksi sesuatu yang bermakna, faktor ekonomi atau materi akan mengikuti dengan sendirinya. Pendekatan ini membangun fondasi bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Jika orientasi hanya pada materi, UMKM cenderung menjiplak produk yang sedang laku di pasaran. Hal ini akan menghilangkan keunikan dan kreativitas, sehingga produk menjadi tidak istimewa.

Dalam konteks promosi digital, Samuel menekankan pentingnya mempertimbangkan kapasitas produksi. Promosi harus sejalan dengan kemampuan UMKM untuk memenuhi permintaan pasar.

Keseimbangan antara promosi dan kapasitas produksi memastikan bahwa produk yang dijual sesuai dengan ekspektasi konsumen. Hal ini mencegah kekecewaan pelanggan dan menjaga reputasi UMKM.

Samuel berencana melakukan evaluasi terhadap UMKM yang telah didampinginya dalam tiga bulan ke depan. Evaluasi ini bertujuan untuk memantau perkembangan dan efektivitas strategi yang diterapkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi