Gubernur NTB Dorong Percepatan Pembenahan Bandara Lombok untuk Pariwisata Kelas Dunia
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendesak percepatan pembenahan Bandara Lombok demi kenyamanan wisatawan dan penguatan posisi NTB sebagai gerbang pariwisata kelas dunia, sejalan dengan pengembangan Mandalika.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mendorong percepatan pembenahan Bandara Lombok. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan para wisatawan yang berlibur maupun transit di wilayah tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi Lombok sebagai gerbang pariwisata global.
Desakan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal di Mataram pada hari Rabu. Ia menekankan pentingnya perbaikan fisik bandara agar wisatawan merasa betah berlama-lama. Selain itu, pembaruan peralatan bagasi dengan teknologi modern juga menjadi fokus utama.
Pembenahan ini tidak hanya untuk kenyamanan, tetapi juga untuk mendukung visi Lombok sebagai destinasi penerbangan kelas dunia. Kondisi bandara yang optimal adalah kunci untuk menarik lebih banyak pengunjung internasional. Ini sejalan dengan rencana besar pengembangan pariwisata di Mandalika.
Peningkatan Fasilitas dan Layanan Bandara
Gubernur Iqbal secara spesifik meminta agar Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik yang komprehensif. Desain ruang tunggu perlu dipercantik untuk menciptakan suasana yang lebih menarik dan nyaman bagi penumpang. Peralatan bagasi juga harus diperbarui dengan teknologi terkini, guna meningkatkan efisiensi dan keamanan.
Selain aspek fisik, pengelolaan layanan VIP di Bandara Lombok juga diusulkan untuk digarap bersama pihak swasta. Layanan ini akan melayani tamu-tamu penting, termasuk investor dan delegasi internasional. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan pengalaman premium bagi para pengunjung istimewa.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap layanan ramah lingkungan, Gubernur Iqbal telah menyiapkan satu unit mobil listrik. Kendaraan ini akan digunakan di area VIP bandara. Langkah ini menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan dalam operasional bandara.
Mandalika: Destinasi Pariwisata Berkelanjutan
Percepatan pembenahan Bandara Lombok merupakan bagian integral dari rencana induk pengembangan Mandalika 2026. Kawasan seluas 1.175 hektare ini akan dikembangkan dengan konsep berkelanjutan. Ini mencakup area bandara sebagai bagian penting dari ekosistem pariwisata terpadu.
Dari total luas lahan Mandalika, 66 persen dialokasikan sebagai area layak bangun, sementara 34 persen tidak diperuntukkan bagi pembangunan. Area tidak diperuntukkan ini termasuk ruang terbuka hijau publik yang mencapai 19 persen dari total kawasan. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap keseimbangan lingkungan.
Rencana induk terbaru membagi Mandalika ke dalam sejumlah distrik tematik yang menarik. Distrik-distrik tersebut meliputi Distrik Kuta, Distrik Sirkuit, Marina West, West Lagoon, Golf Resort Community, hingga Distrik Bukit Merese. Setiap distrik menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung.
Berbagai fasilitas unggulan disiapkan di Mandalika untuk mendukung statusnya sebagai destinasi kelas dunia. Fasilitas ini mencakup sirkuit internasional beserta ekosistem otomotif, kawasan MICE, hotel dan penginapan bintang lima, marina, serta lapangan golf. Pusat budaya dan ruang publik utama juga akan dibangun.
Peran InJourney dalam Ekosistem Pariwisata NTB
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan komitmen kuatnya untuk memperkuat NTB, khususnya Lombok dan Mandalika. InJourney bertekad menjadikan kawasan ini sebagai gerbang pariwisata dan penerbangan kelas dunia. Ini sejalan dengan upaya percepatan pembenahan Bandara Lombok.
Sebagai holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney berperan penting dalam transformasi sektor ini secara nasional. Mereka fokus pada penguatan konektivitas internasional dan pengembangan destinasi unggulan. Maya Watono menyatakan bahwa InJourney tidak hanya mengelola bandara, tetapi membangun ekosistem pariwisata terpadu dari hulu ke hilir.
Maya Watono lebih lanjut menyampaikan bahwa penguatan bandara, destinasi, hingga layanan pendukung harus berjalan selaras. Sinergi ini penting agar manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Kapasitas terminal Bandara Lombok saat ini mampu menampung tujuh juta penumpang per tahun.
Fasilitas sisi bandara juga mampu melayani pesawat berbadan lebar hingga Boeing 777. Bandara Lombok, sebagai satu-satunya pelabuhan internasional di NTB, melayani 15 rute domestik. Rute internasionalnya mencakup Singapura dan Malaysia, dengan rencana pembukaan rute baru ke Darwin, Australia.
Sumber: AntaraNews