Yayasan Perempuan Laju Perkasa Gelar Pelatihan AI untuk Perempuan, Tingkatkan Keterampilan Digital
Yayasan Perempuan Laju Perkasa menghadirkan pelatihan AI untuk perempuan Indonesia, bertujuan mengembangkan kemampuan serta keterampilan diri di era digital yang terus berkembang.
Yayasan Perempuan Laju Perkasa mengadakan pelatihan Artificial Intelligence (AI) bertajuk “Perempuan Berani, Berdaya dan Terampil” di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan diri perempuan Indonesia dalam menghadapi tantangan era digital. Pelatihan ini merupakan wujud komitmen yayasan dalam mendorong pemberdayaan perempuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Pelatihan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Forum Perempuan Berdaya Wirausaha Indonesia (FBPWI) dan ICT Watch, sebuah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada literasi digital. Inisiatif ini menyasar perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari remaja, ibu rumah tangga, hingga kalangan profesional. Tujuannya adalah membekali mereka dengan pemahaman mendalam tentang AI dan cara memanfaatkannya secara positif dan produktif.
Hetty Andika Perkasa, Ketua Yayasan Perempuan Laju Perkasa, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memastikan perempuan tidak tertinggal dalam kemajuan teknologi. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan ilmu dan inspirasi agar para peserta menjadi lebih bijak serta terampil dalam memanfaatkan AI. Dengan demikian, perempuan dapat berperan aktif dalam berbagai sektor kehidupan, baik pribadi maupun profesional.
Mendorong Pemberdayaan Perempuan di Era Digital
Pelatihan “Perempuan Berani, Berdaya dan Terampil” ini merupakan langkah nyata Yayasan Perempuan Laju Perkasa dalam mendukung pemberdayaan perempuan di era digital. Hetty Andika Perkasa menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen untuk mendorong perempuan agar semakin berdaya. Kerja sama dengan FBPWI dan ICT Watch, yang dikenal sebagai pelopor literasi digital di Indonesia, memperkuat kualitas dan jangkauan pelatihan ini.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini sangat komprehensif, dimulai dari penjelasan mendalam mengenai konsep dasar AI. Peserta juga diajarkan teknik membuat prompt AI yang tepat agar hasil yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, ada sesi praktik langsung penggunaan berbagai fitur AI serta kuis untuk memperluas literasi digital AI mereka.
Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menyambut baik inisiatif pelatihan AI ini, terutama karena menyasar perempuan dan kalangan pelajar. Ia menilai bahwa pelatihan semacam ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kecerdasan buatan. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk menciptakan masyarakat yang melek teknologi dan berdaya saing.
Antusiasme dan Dampak Positif Pelatihan AI
Antusiasme peserta pelatihan terlihat dari beragamnya latar belakang yang hadir, mencakup remaja, ibu rumah tangga, hingga profesional. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan literasi AI sangat luas dan relevan bagi semua kalangan perempuan. Pelatihan ini dirancang agar mudah diakses dan dipahami oleh siapa saja, tanpa memandang tingkat pengalaman sebelumnya dengan teknologi.
Salah satu peserta, Tuti Marwati, mengungkapkan bahwa ia mendapatkan banyak ilmu baru dari pelatihan ini. Ia belajar tentang pentingnya kontrol orang tua terhadap penggunaan gadget dan konten media sosial oleh anak-anak. Lebih menarik lagi, Tuti bahkan mengaku bisa membuat lagu sendiri menggunakan AI yang tersedia di internet, sebuah pencapaian yang luar biasa baginya.
Manfaat pelatihan ini juga dirasakan dalam konteks profesional. Tuti Marwati mencontohkan bagaimana AI dapat digunakan untuk transkripsi rapat, yang sangat membantu pekerjaannya. Pengalaman ini menunjukkan bahwa pelatihan AI tidak hanya meningkatkan keterampilan personal, tetapi juga memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pekerjaan. Diharapkan, ilmu dan inspirasi dari pelatihan ini mampu mendorong perempuan untuk memanfaatkan AI secara positif dan produktif.
Sumber: AntaraNews