Refleksi dan Komitmen: HUT ke-238 Kota Denpasar Dorong Harmoni dan Kesejahteraan
Denpasar merayakan HUT ke-238 sebagai momentum refleksi dan penguatan komitmen. Wali Kota Jaya Negara mengajak seluruh elemen masyarakat perkuat harmoni dan kesejahteraan.
Pemerintah Kota Denpasar baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 pada Jumat lalu. Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda penting dalam perjalanan panjang pembangunan kota. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara secara khusus menekankan signifikansi momen ini sebagai titik refleksi.
Dalam sambutannya yang penuh makna, Wali Kota Jaya Negara menyatakan bahwa peringatan HUT Kota Denpasar ke-238 merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan capaian. Lebih dari itu, momen ini juga krusial untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah mewujudkan harmoni dan kesejahteraan bersama di ibu kota Provinsi Bali.
Perayaan HUT Kota Denpasar ke-238 ini juga menjadi ajang evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program. Hal ini mencakup setiap bidang tugas dan pengabdian yang telah dijalankan. Tujuannya adalah untuk semakin memperkuat komitmen pembangunan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya yang terus tumbuh dan berkembang.
Fondasi Pembangunan Berkelanjutan Kota Denpasar
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menguraikan bahwa usia ke-238 ini menjadi mata rantai penting dalam perjalanan Denpasar. Sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar terus berupaya tumbuh menjadi kota kreatif yang berlandaskan pada nilai-nilai budaya lokal. Peringatan HUT Kota Denpasar diharapkan menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen dalam setiap bidang tugas dan pengabdian yang diemban.
Periode pembangunan 2025-2030 diidentifikasi sebagai fase awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan. Ini merupakan bagian dari visi besar 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. Keberhasilan fase awal ini akan menjadi fondasi yang sangat penting bagi keberlanjutan peradaban Bali ke depan, memastikan arah pembangunan yang kokoh.
Dalam konteks pembangunan Kota Denpasar, arah kebijakan secara konsisten selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi ini diwujudkan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang secara fundamental berlandaskan nilai Tri Hita Karana dan prinsip Sad Kerthi. Pendekatan ini memastikan pembangunan yang holistik dan seimbang.
Sejumlah prioritas strategis telah ditetapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Ini mencakup penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital yang efisien, pengendalian alih fungsi lahan yang ketat, serta pengelolaan sampah berbasis sumber yang inovatif. Selain itu, penataan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, pengembangan transportasi publik ramah lingkungan, serta penguatan keamanan dan ketertiban melalui sinergi lintas sektor juga menjadi fokus utama. “Intinya yang menjadi perhatian yakni masalah tata kelola pemerintahan, sampah, infrastruktur, serta ketertiban dan keamanan masyarakat,” ujar Jaya Negara, menegaskan fokus utama pemerintah kota.
Kolaborasi dan Apresiasi dalam Membangun Denpasar
Jaya Negara menegaskan bahwa pada tahun 2026, salah satu prioritas utama adalah penyelesaian persoalan sampah dari sumbernya. Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) diharapkan dapat berjalan optimal di Kota Denpasar. Ini sebagai bagian dari solusi berkelanjutan yang komprehensif. Menurut Jaya, seluruh langkah pembangunan hanya akan berhasil apabila didukung kolaborasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, desa adat, tokoh agama, akademisi, hingga dunia usaha. Semangat gotong royong dan menyama braya menjadi kekuatan utama yang tak tergantikan. Hal ini sangat krusial dalam menjaga keharmonisan alam dan kehidupan sosial di Denpasar. Partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan.
Pada kesempatan perayaan HUT Kota Denpasar ini, Wali Kota Jaya Negara juga menyampaikan apresiasi. Penghargaan Satya Lencana Karya Satya diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi yang tulus atas dedikasi dan loyalitas para ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Denpasar.
Selain itu, diserahkan pula penghargaan Penilaian Opini Ombudsman RI terkait Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025. Penghargaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2025 dengan predikat Parama Budaya juga turut diberikan. Di bidang kebudayaan, Pemkot Denpasar menganugerahkan penghargaan Parama Budaya kepada dua tokoh almarhum: I Made Kembar (seniman dalang) dan Drs. I Gusti Putu Rai Andayana (budayawan). Penghargaan Kerti Budaya juga diberikan kepada sejumlah seniman karawitan, tari, dan seni rupa atas kontribusi nyata mereka dalam pelestarian seni budaya Bali. Apresiasi turut diberikan kepada sanggar seni, juara lomba desa dan kelurahan tingkat kota, serta pemenang lomba cipta desain logo dan tema HUT Kota Denpasar, menunjukkan komitmen terhadap berbagai sektor.
Sumber: AntaraNews