BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Jamsos Sulinggih Gianyar, Bentuk Perlindungan Pekerja
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan Jamsos kepada ahli waris sulinggih mantan Bupati Gianyar, menunjukkan komitmen perlindungan pekerja rentan dan rohaniawan di Bali.
Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama BPJS Ketenagakerjaan Bali menyerahkan santunan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) senilai Rp42 juta. Penyerahan santunan ini ditujukan kepada ahli waris mendiang sulinggih Anak Agung Gde Agung Bharata, yang juga merupakan mantan Bupati Gianyar. Acara penyerahan berlangsung di Gianyar, Bali, pada Jumat, 6 Maret, menegaskan kehadiran negara dalam melindungi para pekerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan. Perlindungan tersebut mencakup berbagai lapisan masyarakat, termasuk para rohaniawan Hindu atau sulinggih. Program ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pekerja rentan, sulinggih, dan keluarga mereka dari berbagai risiko ketenagakerjaan.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Gianyar untuk menjamin kesejahteraan sosial. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi kunci dalam memperluas cakupan jaminan sosial. Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak perlindungan yang layak.
Perlindungan Jaminan Sosial bagi Sulinggih di Gianyar
Pemerintah Kabupaten Gianyar telah menunjukkan komitmen kuatnya terhadap perlindungan sosial dengan mengalokasikan anggaran khusus. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, Pemkab Gianyar memberikan perlindungan ketenagakerjaan kepada para sulinggih. Saat ini, sebanyak 372 sulinggih di wilayah Gianyar telah resmi terdaftar sebagai peserta program jaminan sosial ini.
I Gede Suardana Putra menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah. Tujuannya adalah memberikan jaminan perlindungan sosial kepada para sulinggih yang selama ini mengabdikan diri kepada masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada sulinggih, tetapi juga melanjutkan perlindungan sosial bagi pekerja rentan.
Pada tahun 2026, jumlah pekerja rentan yang mendapatkan perlindungan sosial telah mencapai 1.459 orang. Perlindungan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi mereka. Dengan demikian, mereka dapat fokus pada pekerjaan dan pengabdian tanpa kekhawatiran berlebihan terhadap risiko yang mungkin terjadi.
Kolaborasi Pemkab dan BPJS Ketenagakerjaan Perluas Cakupan
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bali Cabang Gianyar, Vemina, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Gianyar. Menurutnya, perhatian Pemkab Gianyar dalam memberikan perlindungan jaminan sosial kepada para sulinggih patut dicontoh. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan sangat krusial dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Vemina menambahkan bahwa santunan yang diserahkan ini adalah salah satu manfaat nyata dari program jaminan sosial ketenagakerjaan. Manfaat ini dirasakan langsung oleh peserta dan ahli warisnya, memberikan dukungan finansial saat dibutuhkan. Hal ini membuktikan bahwa program jaminan sosial memiliki dampak positif yang signifikan bagi kehidupan masyarakat.
Penyerahan santunan kepada rohaniawan Hindu tersebut dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia. Santunan diterima oleh ahli waris Anak Agung Gde Agung Bharata, yaitu Anak Agung Gde Mayun. Gde Mayun saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Gianyar, menunjukkan kesinambungan kepemimpinan dan perhatian pemerintah.
Gde Mayun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah. Ia menekankan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi keluarga. Ini juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam situasi duka.
Mengenang Sosok Anak Agung Gde Agung Bharata
Mendiang Anak Agung Gde Agung Bharata dikenal sebagai tokoh penting di Kabupaten Gianyar. Beliau pernah menjabat sebagai Bupati Gianyar selama dua periode, yaitu pada tahun 2003-2008 dan 2013-2018. Dedikasi beliau terhadap pembangunan dan kemajuan Gianyar sangatlah besar selama masa jabatannya.
Setelah purnatugas sebagai bupati, beliau memilih jalan pengabdian spiritual. Anak Agung Gde Agung Bharata menjalani prosesi upacara keagamaan (diksa) untuk menjadi sulinggih. Setelah prosesi tersebut, beliau dikenal dengan gelar Ida Bhagawan Blebar, melanjutkan pengabdiannya dalam bidang keagamaan dan spiritual.
Mendiang Anak Agung Gde Agung Bharata meninggal dunia karena sakit pada Sabtu, 21 Februari. Rencananya, upacara ngaben (kremasi sesuai adat dan Agama Hindu) akan dilaksanakan pada 7 Maret 2026. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Gianyar yang mengenalnya sebagai pemimpin dan rohaniawan yang berdedikasi.
Sumber: AntaraNews