Pemkab Pamekasan Gencarkan Pembinaan Akses Modal Usaha bagi Pembudidaya Ikan
Pemkab Pamekasan aktif membina pembudidaya ikan untuk mempermudah akses modal usaha melalui program KUR dan memastikan perlindungan sosial ketenagakerjaan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor perikanan budidaya. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan) Pamekasan, pemerintah daerah gencar memberikan pembinaan kepada para pembudidaya ikan. Pembinaan ini difokuskan pada cara mengakses modal usaha dari perbankan.
Langkah ini diambil Pemkab Pamekasan setelah mengidentifikasi adanya kesulitan yang dialami sebagian besar pembudidaya ikan dalam mendapatkan pembiayaan. Kesulitan akses modal ini menjadi penghambat utama bagi mereka untuk mengembangkan usaha. Oleh karena itu, Diskan Pamekasan membentuk tim khusus untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan.
Sosialisasi dan pembinaan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi para pembudidaya ikan di Pamekasan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang akses modal usaha, mereka dapat memanfaatkan program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal ini penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pelaku usaha perikanan di wilayah tersebut.
Fokus Pembinaan Akses Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan) Pamekasan, Abdul Fata, menjelaskan bahwa pembinaan ini sangat diperlukan. Banyak pembudidaya ikan di Pamekasan yang kesulitan mengakses modal usaha untuk pengembangan bisnis mereka. Padahal, pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah bank untuk menyediakan pinjaman modal melalui program KUR yang berlaku untuk semua jenis usaha.
Tim khusus dari Diskan Pamekasan bertugas memberikan sosialisasi mengenai persyaratan dan prosedur pengajuan KUR. Selama ini, pemanfaatan KUR lebih banyak didominasi oleh pelaku usaha perdagangan, sementara pembudidaya ikan masih sedikit yang memanfaatkannya. Pembinaan ini menyasar sentra-sentra budidaya perikanan, termasuk di Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, dan Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu.
Melalui upaya ini, Diskan Pamekasan berharap para pembudidaya dapat lebih proaktif dalam mengakses sumber pembiayaan. Kemudahan akses modal akan memungkinkan mereka untuk memperluas skala usaha. Peningkatan modal juga diharapkan mendorong inovasi dalam teknik budidaya dan pengelolaan hasil perikanan.
Pentingnya Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan
Selain akses modal, Diskan Pemkab Pamekasan juga mengajak pelaku usaha perikanan untuk mengikuti program perlindungan sosial ketenagakerjaan. Program ini diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Partisipasi dalam BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu prasyarat penting bagi pelaku usaha untuk dapat mengakses modal usaha, khususnya KUR.
Untuk mendukung program ini, Diskan Pamekasan berkolaborasi dengan petugas dari BPJS Ketenagakerjaan. Mereka bersama-sama memberikan pemahaman tentang manfaat dan prosedur kepesertaan. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pembudidaya ikan tidak hanya memenuhi syarat pengajuan KUR, tetapi juga mendapatkan jaminan perlindungan kerja yang memadai.
Perlindungan sosial ini sangat krusial untuk keberlanjutan usaha dan kesejahteraan pembudidaya ikan. Manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan mencakup jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, dengan iuran yang relatif terjangkau. Hal ini memberikan rasa aman bagi para pekerja di sektor perikanan, yang seringkali memiliki risiko pekerjaan cukup tinggi.
Komitmen Pemkab Pamekasan untuk Sektor Perikanan
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pamekasan terus berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan sektor perikanan budidaya. Berbagai program pendampingan, fasilitasi, dan pemberdayaan terus digulirkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha perikanan di Pamekasan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi perikanan budidaya di Kabupaten Pamekasan tercatat mencapai 1.113,844 ton per tahun. Angka ini terdiri dari berbagai komoditas seperti lele, nila, gurame, dan udang. Potensi besar ini menjadi dasar kuat bagi Pemkab Pamekasan untuk terus berinvestasi dalam pengembangan sektor perikanan.
Melalui sosialisasi dan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan para pembudidaya ikan dapat lebih mudah mengakses sumber pembiayaan. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan produktivitas dan memastikan keberlanjutan usaha. Ini akan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat Pamekasan.
Sumber: AntaraNews