Maluku Tengah Perkuat Swasembada Pangan, Panen Jagung di Tehoru Jadi Bukti Nyata

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah gencar mendorong swasembada pangan berbasis potensi lokal. Panen jagung di Tehoru menandai komitmen ini, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Maluku Tengah Perkuat Swasembada Pangan, Panen Jagung di Tehoru Jadi Bukti Nyata
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah gencar mendorong swasembada pangan berbasis potensi lokal. Panen jagung di Tehoru menandai komitmen ini, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Pemkab Malteng) menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat swasembada pangan berbasis potensi lokal. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Tehoru. Panen jagung seluas tiga hektare di Negeri Tehoru menjadi bukti nyata dari upaya tersebut.

Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian integral dari strategi pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk menjaga ketahanan pangan lokal serta mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah. Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi stabilitas pangan daerah.

Kegiatan panen jagung ini merupakan hasil kolaborasi erat antara para petani, pemerintah kabupaten, dan dukungan dari pemerintah provinsi. Keberhasilan ini tidak hanya diapresiasi, tetapi juga diharapkan dapat memicu semangat desa-desa lain untuk mengoptimalkan potensi pertanian mereka.

Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyatakan bahwa panen jagung di Tehoru adalah langkah positif yang harus terus didorong. Ia menekankan pentingnya pengembangan berkelanjutan agar upaya ini benar-benar berdampak pada ketahanan pangan daerah.

Keberhasilan panen jagung seluas tiga hektare ini dinilai sebagai capaian penting yang lahir dari kolaborasi antara petani, pemerintah kabupaten, dan dukungan pemerintah provinsi. Di tengah tantangan ketahanan pangan global, capaian ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas pasokan pangan lokal.

Bupati Awat Amir secara khusus mengapresiasi kerja keras para petani yang telah berhasil mengelola lahan hingga memasuki masa panen. Beliau berharap keberhasilan di Negeri Tehoru dapat menjadi contoh inspiratif bagi wilayah lain di Kabupaten Maluku Tengah untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

Kabupaten Maluku Tengah memiliki potensi pertanian yang sangat signifikan, didukung oleh data inventarisasi yang menunjukkan luas lahan pangan berkelanjutan (LP2B) mencapai 24.151,6 hektare. Potensi ini menjadi modal besar dalam mencapai swasembada pangan.

Sentra produksi padi utama di kabupaten ini berada di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, dengan luas lahan sekitar 4.245 hektare. Hal ini menunjukkan fokus dan keberhasilan di beberapa area spesifik dalam pengembangan komoditas pangan.

Untuk lebih meningkatkan swasembada pangan daerah, Pemkab Malteng juga memiliki rencana ambisius untuk mencetak sawah baru seluas 1.000 hingga 1.500 hektare pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat memperluas area tanam dan meningkatkan produksi secara signifikan.

Sektor pertanian memegang peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan Kabupaten Maluku Tengah. Keberlanjutan sektor ini krusial untuk kesejahteraan warga.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memperkuat dukungan melalui berbagai kebijakan, pendampingan intensif kepada petani, hingga pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai. Dukungan ini esensial untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Peningkatan produksi jagung menjadi salah satu fokus utama dalam upaya mendorong swasembada pangan. Dengan produksi yang stabil dan berkelanjutan, diharapkan harga komoditas pangan dapat tetap terkendali dan kesejahteraan petani meningkat. Panen di Tehoru diharapkan menjadi pemicu semangat bagi desa-desa lain untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi