Ada Berapa Titik? Mensos Minta DPRD Sumut Awasi Ketat Pelaksanaan Program Sekolah Rakyat
Menteri Sosial meminta DPRD Sumatera Utara untuk mengawasi ketat pelaksanaan program Sekolah Rakyat di provinsi tersebut, yang bertujuan sebagai model pengentasan kemiskinan terintegrasi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf secara resmi meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara untuk turut serta mengawasi pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Permintaan ini disampaikan agar program tersebut berjalan sesuai tujuan utamanya. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pengentasan kemiskinan yang terintegrasi di provinsi tersebut.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Saifullah Yusuf saat menerima audiensi Komisi E DPRD bersama Kepala Dinas Sosial Sumatera Utara. Pertemuan penting ini berlangsung di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, pada hari Kamis. Pengawasan dari pihak legislatif dianggap krusial untuk memastikan efektivitas program.
Program Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya menyediakan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin. Lebih dari itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan sosial.
Pengawasan Ketat untuk Program Strategis
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya pengawasan terhadap program Sekolah Rakyat di Sumatera Utara. "Di Sumatera Utara ada Sekolah Rakyat, mohon untuk diawasi, diperkuat dan jadi model pengentasan kemiskinan yang terintegrasi," kata Saifullah. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat terhadap keberhasilan program tersebut.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menambahkan bahwa pengawasan dari berbagai pihak sangat penting. Sekolah Rakyat merupakan salah satu dari tiga mandat utama Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan oleh Kementerian Sosial. Ini menegaskan posisi strategis program dalam agenda nasional.
Selain pendidikan gratis, program ini dipadukan dengan sejumlah inisiatif prioritas lainnya. Integrasi ini meliputi Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Program Tiga Juta Rumah. Seluruh siswa dan keluarganya juga secara otomatis masuk dalam Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Jaringan dan Integrasi Program Sekolah Rakyat
Saat ini, terdapat enam titik Sekolah Rakyat yang beroperasi di Sumatera Utara. Lokasi-lokasi ini tersebar di beberapa wilayah strategis, menunjukkan jangkauan program yang luas. Keberadaan titik-titik ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
- Dua titik berlokasi di Sentra Kementerian Sosial.
- Satu titik di UIN Sumatera Utara Kota Tebing Tinggi.
- Satu titik di Kota Padang Sidempuan.
- Satu titik di Kota Medan.
- Satu titik di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Secara nasional, hingga saat ini terdapat 100 titik Sekolah Rakyat rintisan yang sudah beroperasi di berbagai daerah. Jumlah ini menunjukkan skala implementasi program yang signifikan. Kementerian Sosial memiliki target ambisius untuk pengembangan lebih lanjut.
Jumlah titik Sekolah Rakyat ditargetkan bertambah menjadi 165 titik dengan daya tampung 15.895 siswa pada akhir September 2025. Program ini akan didukung oleh 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik. Ekspansi ini diharapkan dapat memperluas dampak positif program bagi masyarakat.
Menjaga Komunikasi Siswa dan Keluarga
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga menjelaskan tentang mekanisme komunikasi antara siswa dan orang tua. Penjelasan ini diberikan untuk menjawab pertanyaan Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara, Muhammad Subandi, mengenai jarak sekolah yang jauh. Jarak tersebut seringkali membuat orang tua membutuhkan biaya tambahan untuk menjenguk anak mereka di Sekolah Rakyat.
Agus Jabo memaparkan tiga mekanisme utama yang disiapkan. Pertama, melalui peran wali asrama atau wali asuh yang akan menjadi penghubung. Kedua, kesempatan bagi orang tua untuk berkunjung ke sekolah pada hari libur yang telah ditentukan. Ketiga, program pelesir yang memungkinkan siswa dijadwalkan pulang secara berkala untuk bertemu keluarga.
"Bisa video call atau telepon orang tuanya. Kata Pak Presiden kalau orang tuanya rindu silakan datang. Tetapi kemudian kita atur supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar. Ada konsep yang namanya pelesir, nah pelesir itu nanti dari sekolah mengantarkan anak-anak ketemu orang tuanya. Ada yang sebulan sekali. Ada yang dua bulan sekali. Nanti diatur baiknya seperti apa kalau di Sumatera Utara," kata Agus Jabo. Ini menunjukkan fleksibilitas dan perhatian terhadap kebutuhan emosional siswa dan keluarga.
Sumber: AntaraNews