Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan kesiapannya untuk mengawal pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Proyek penting ini akan memanfaatkan lahan seluas 9,6 hektare, menandai langkah maju dalam program pendidikan gratis bagi masyarakat miskin.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Sosial saat menerima audiensi Bupati OKU Timur, Lanosin, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, pada Rabu (1/4). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Saifullah Yusuf menekankan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat ini harus terlaksana dengan baik, mengingat potensi besar yang dimilikinya. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di OKU Timur.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan beberapa ketentuan ketat yang harus dipenuhi pemerintah daerah dalam pengusulan pembangunan Sekolah Rakyat. Salah satu syarat utama adalah penyediaan lahan minimal tujuh hektare dengan status clean and clear, serta memiliki akses yang memadai.
Selain itu, lahan yang diajukan juga harus bersertifikat, tidak dalam sengketa, dan merupakan milik pemerintah daerah. Saifullah Yusuf juga mengingatkan bahwa lokasi lahan tidak boleh berada di kawasan rawan bencana, demi menjamin keamanan dan keberlanjutan operasional sekolah.
Menanggapi persyaratan tersebut, Bupati OKU Timur, Lanosin, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh pelaksanaan program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan gratis. Pemerintah Kabupaten OKU Timur telah menyiapkan lahan seluas 9,6 hektare yang sesuai dengan seluruh ketentuan yang ditetapkan.
Advertisement
Lahan tersebut berlokasi di daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, menunjukkan komitmen Pemkab OKU Timur. Lanosin menyatakan bahwa pihaknya siap memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk pembangunan Sekolah Rakyat ini.
Advertisement
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas. Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu, mengintegrasikan berbagai program unggulan pemerintah lainnya. Integrasi ini mencakup Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Selain itu, program Sekolah Rakyat juga terhubung dengan Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat, menciptakan ekosistem dukungan yang komprehensif. Kementerian Sosial, sebagai penyelenggara teknis, melaporkan bahwa saat ini sudah terdapat 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan.
Advertisement
Sekolah Rakyat Rintisan ini tersebar di 38 provinsi dengan kapasitas menampung 15.900 siswa. Dukungan terhadap program ini juga datang dari 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat, menunjukkan skala dan jangkauan program yang luas.
Sumber: AntaraNews