Prestasi Membanggakan, 3 Siswa Sekolah Rakyat Surakarta Masuk Paskibra Kota
Bahkan mereka diasramakan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung dan hanya boleh berjumpa dengan orang tua pada waktu yang sudah ditentukan.
Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya pemerintah untuk memfasilitasi anak-anak dari kelompok masyarakat miskin ekstrem agar tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terancam putus sekolah. Dalam program ini, seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara, mulai dari seragam, buku, hingga konsumsi harian, sehingga tidak ada pungutan biaya apa pun selama proses pendidikan berlangsung.
Bahkan mereka diasramakan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung dan hanya boleh berjumpa dengan orang tua pada waktu yang sudah ditentukan.
Ketatnya pendidikan di sekolah rakyat membuat pelajar yang berada di sana menerapkan etos disiplin tinggi. Maka tak heran, walau lahir dari kelompok masyarakat ekonomi sulit, namun saat ini mereka sudah mulai menunjukkan prestasi.
Paskibra
Salah satuya, dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta di Jawa Tengah. Total, ada tiga orang pelajarnya yang mencatatkan namanya sebagai petugas pengibar bendera atau paskibra di tingkat kota.
"Di Kota Surakarta, alhamdulillah tiga siswa SRMA 17 Surakarta berhasil menjadi anggota Paskibra tingkat Kota Surakarta,”. kata Kepala SRMA 17 Surakarta, Sephtina Shinta seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Sosial, Minggu (17/5/2026).
Selain itu, lanjut Sephtina, pelajar di SRMA 17 Surakarta juga pernah meraih sejumlah medali di beberapa ajang kejuaraan, seperti silat mendapat perak, kemudian juga voli pantai.
“Juara itu kami raih saat ajang POPDA (pekan olahraga pelajar daerah),” ungkap dia.
Mensos Bangga
Merespons prestasi tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku bangga. Hal itu disampaikan saat tinjauan ke SRMA 7 pada Sabtu (16/5).
“SRMA 17 tergolong kompetitif, setiap siswa memiliki kelebihan, dan itulah yang harus terus digali dan dipupuk. Jangan kecil hati. Yang sudah merasa bisa, belajar terus. Memang talent, bakat setiap anak itu beda-beda. Tapi setiap anak pasti punya keunggulan, pemberian dari Allah SWT," pesan Gus Ipul.
Gus Ipul lalu menanyakan banyak hal, mulai dari fasilitas yang didapatkan siswa, suka duka belajar di Sekolah Rakyat, cita-cita, pelajaran yang disuka, hingga latar belakang keluarga mereka.
Menutup perbincangan, Dia pun sempat bercanda dengan seorang siswa dengan menanyakan cita-cita mereka. Salah satunya ada yang menyebut bercita-cita menjadi Menteri Kehutanan. Mendengar itu, Gus Ipul pun bertanya, kenapa tidak jadi menteri sosial saja seperti dirinya.
"Kenapa kok pengen jadi Menteri Kehutanan? Kenapa Gak jadi Menteri Sosial aja? Kenapa?" canda Gus Ipul yang disambut tawa murid dan siswa menandasi.