Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi mendalam terhadap kinerja Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Kunjungan langsungnya pada Minggu, 14 Desember, bersama Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, bertujuan untuk memastikan program pendidikan berasrama ini berjalan efektif. Program ini juga diharapkan terintegrasi dengan berbagai bantuan sosial lainnya yang disalurkan oleh pemerintah.
Kunjungan tersebut tidak hanya sekadar pemantauan, tetapi juga menjadi momen penting untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak. Masukan ini akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan demi kualitas pendidikan yang lebih baik di masa depan. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui penyediaan akses pendidikan yang gratis dan berkualitas bagi anak-anak prasejahtera di seluruh Indonesia.
Gus Ipul turut menceritakan perjalanan awal berdirinya Sekolah Rakyat ini, mulai dari proses kunjungan ke keluarga calon siswa hingga persiapan fisik sekolah. Setelah lebih dari empat bulan beroperasi, Kementerian Sosial terus melakukan pengamatan ketat terhadap proses belajar mengajar. Hasilnya menunjukkan kolaborasi yang solid antara kepala sekolah, tenaga pendidik, siswa, serta dukungan penuh dari pemerintah kota dan seluruh jajaran terkait.
Advertisement
Advertisement
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kunjungan ke Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program berjalan sesuai harapan. Ia menyatakan, "Kunjungan itu untuk memastikan pelaksanaan program Sekolah Rakyat berjalan efektif dan terintegrasi dengan bantuan sosial lainnya." Pemantauan ini juga mencakup pendampingan siswa serta pengumpulan masukan penting untuk evaluasi dan perbaikan di masa mendatang.
Komitmen pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan berkualitas sangat jelas terlihat dalam program ini. Gus Ipul menambahkan, "Kunjungan itu sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui penyediaan pendidikan berasrama yang gratis dan berkualitas bagi anak-anak prasejahtera.” Ini menunjukkan fokus pada penyediaan kesempatan yang sama bagi semua lapisan masyarakat.
Proses pendirian Sekolah Rakyat ini tidaklah instan, dimulai dari identifikasi calon siswa hingga persiapan infrastruktur. Setelah beroperasi, Kemensos secara berkelanjutan mengamati perkembangan belajar mengajar. Gus Ipul mengapresiasi sinergi yang terjalin, "Hari ini, kami bisa melihat bagaimana kepala sekolah, tenaga pendidik, dan para siswa berinteraksi dengan sangat baik. Itu tentu tidak lepas dari dukungan wali kota dan seluruh jajaran. Hasilnya menunjukkan kerja sama yang solid.”
Advertisement
Berbagai kendala yang mungkin muncul diharapkan dapat terus diatasi demi peningkatan kualitas pendidikan. Gus Ipul juga berharap agar tahun depan Sekolah Rakyat Probolinggo sudah dapat menempati gedung permanen yang lebih representatif, mendukung lingkungan belajar yang optimal bagi para siswa.
Advertisement
Kota Probolinggo menjadi salah satu daerah pionir dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat, yang kini dijadikan percontohan. Ke depan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota di Indonesia memiliki minimal satu Sekolah Rakyat. Ini menunjukkan ambisi besar untuk mereplikasi keberhasilan model pendidikan gratis ini secara nasional.
Evaluasi harian dan mingguan terus dilakukan untuk memantau progres program. Gus Ipul mengungkapkan, "Kami akan terus melakukan evaluasi harian dan mingguan. Secara umum, Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo sudah berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari pengetahuan akademik siswa, semangat belajar, serta perkembangan kemampuan dan kepercayaan diri mereka.” Progres ini menjadi indikator keberhasilan program.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul juga memberikan pesan motivasi kepada para siswa. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap, tidak membiarkan diri dilecehkan, menunjukkan perilaku baik dalam pergaulan, serta ketekunan belajar dan kedisiplinan sebagai kunci meraih kesuksesan. Pesan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang kuat dan mandiri.
Advertisement
Wali Kota Probolinggo Aminuddin berharap Sekolah Rakyat di daerahnya dapat terus memberikan kontribusi terbaik sebagai percontohan. Ia juga melihat keberadaan Sekolah Rakyat ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata.
Advertisement
Pemerintah Kota Probolinggo berencana untuk mengembangkan program ini lebih lanjut. Aminuddin menyatakan, "Ke depan akan disiapkan kembali empat rombongan belajar (rombel) dengan total sekitar 100 siswa sambil menunggu proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kedung Asem selesai." Hal ini menunjukkan komitmen untuk memperluas jangkauan manfaat program.
Saat ini, Sekolah Rakyat Probolinggo telah memiliki 95 siswa aktif yang terbagi dalam empat rombongan belajar, terdiri dari dua rombel tingkat SMP dan dua rombel tingkat SMA. Angka ini menunjukkan antusiasme dan kebutuhan masyarakat akan program pendidikan gratis berkualitas.
Hasil dari beberapa kali kunjungan Kemensos menegaskan bahwa Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo telah berjalan sesuai harapan program pemerintah pusat. Aminuddin menegaskan, "Kami akan terus menjaga proses ini agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi sekolah percontohan bagi daerah lain. Kota Probolinggo siap menjadi lokasi studi banding bagi daerah yang akan merealisasikan program Sekolah Rakyat.”
Advertisement
Salah satu siswa, Azizah, mengungkapkan rasa syukurnya menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Ia mengaku mendapatkan banyak teman, pembelajaran yang baik, serta dukungan tenaga pendidik yang terarah. Azizah menambahkan, "Sekarang saya dan keluarga tidak lagi memikirkan biaya pendidikan. Saya bisa lebih fokus belajar dan mengejar cita-cita menjadi seorang dosen.” Kisah Azizah menjadi bukti nyata dampak positif program ini.
Sumber: AntaraNews