Cerita Siswa Miskin Ukir Prestasi di Sekolah Rakyat, Raih Sukses di Olimpiade Matematika Hingga Pencak Silat

Dalam beberapa bulan terakhir, prestasi siswa Sekolah Rakyat mulai terlihat melalui berbagai pencapaian di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
Cerita Siswa Miskin Ukir Prestasi di Sekolah Rakyat, Raih Sukses di Olimpiade Matematika Hingga Pencak Silat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) hadir di tengah calon siswa Sekolah Rakyat tahap 1C di Kota Banjarbaru. (Sumber: Kemensos) (© 2026 Liputan6.com)

Program Sekolah Rakyat telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Siswa-siswi yang berasal dari keluarga kurang mampu dan sangat miskin, yang sebelumnya terhalang biaya untuk mendapatkan pendidikan, kini mulai menunjukkan hasil yang nyata di berbagai bidang, termasuk olahraga, seni, dan akademik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada hari Senin (12/1).

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sebuah ekosistem pendidikan yang memberikan kesempatan bagi anak-anak dari kelompok paling rentan untuk tumbuh dan menemukan potensi mereka.

Dalam beberapa bulan terakhir, prestasi siswa Sekolah Rakyat mulai terlihat melalui berbagai pencapaian di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Di bidang olahraga, siswa-siswa tersebut berhasil meraih gelar juara dalam kejuaraan pencak silat, karate, taekwondo, gulat, dan atletik.

Sebagai contoh, di Jawa Barat dan Bengkulu, siswa Sekolah Rakyat menunjukkan prestasi yang membanggakan pada kejuaraan silat dan karate tingkat daerah. Di daerah lain seperti Jambi, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan, siswa Sekolah Rakyat juga mencatatkan kemenangan dalam ajang taekwondo, lomba lari, dan kompetisi poster nasional.

Keberhasilan yang sama juga terlihat di bidang seni dan akademik. Beberapa siswa berhasil meraih penghargaan dalam lomba hadrah dan seni Qur'ani, sementara yang lainnya berhasil menembus festival cerpen nasional serta lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional.

Di Lombok Barat, seorang siswa Sekolah Rakyat bahkan berhasil masuk sepuluh besar dalam Olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris tingkat nasional pada tahun 2025. Dengan demikian, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka di berbagai bidang.

Sekolah Rakyat Tak Hanya Menyediakan Pendidikan Formal

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa pencapaian ini bukan hanya sekadar kemenangan dalam kompetisi, melainkan juga mencerminkan perubahan signifikan yang dialami oleh siswa Sekolah Rakyat.

"Ketika anak-anak mendapatkan rasa aman dan diperhatikan, mereka tumbuh," kata Gus Ipul.

Ia juga menambahkan bahwa sejak awal, potensi siswa Sekolah Rakyat telah dipetakan melalui pendekatan berbasis talenta.

"Dengan pemetaan talenta, kami menemukan berbagai potensi yang ada. Ada yang unggul di bidang sains dan teknologi, ada yang menonjol di bidang sosial, dan ada pula yang berbakat di bidang bahasa," ujarnya.

Sekolah Rakyat adalah program inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan pendidikan gratis secara berasrama, guna memutus rantai kemiskinan. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin yang sering kali terabaikan oleh sistem pendidikan formal.

Saat ini, Sekolah Rakyat telah hadir di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota dengan total 166 lokasi sekolah. Mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan tingkat kerentanan ekonomi yang tinggi, di mana sekitar 60 persen orang tua siswa bekerja di sektor informal dengan penghasilan yang tidak tetap, dan 67 persen keluarga berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Banyak dari siswa ini sebelumnya mengalami putus sekolah, bahkan ada yang belum pernah mendapatkan pendidikan formal.

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan. Anak-anak di sekolah ini mendapatkan pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pembinaan karakter, serta pendampingan psikososial.

Menurutnya, pendekatan ini menjadi fondasi yang penting untuk mendorong prestasi dan keberanian siswa dalam bermimpi lebih tinggi. "Sekolah Rakyat dirancang agar anak-anak tidak hanya berhenti di bangku sekolah, tetapi juga memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan atau meniti masa depan yang lebih baik sesuai minat dan bakat mereka," ungkap Gus Ipul.

Pemerintah berharap bahwa pencapaian prestasi siswa Sekolah Rakyat ini akan menjadi awal mula bahwa pendidikan yang inklusif dan berkeadilan dapat membuka kesempatan mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga paling miskin. Selain itu, ini juga menegaskan peran negara dalam mempersiapkan masa depan mereka.

Rekomendasi