Kemensos Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Deli Serdang Rampung Juli 2026
Kementerian Sosial menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Deli Serdang akan selesai Juli 2026, siap menampung ribuan siswa dengan fasilitas lengkap sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Deli Serdang, Sumatera Utara, akan rampung pada Juli 2026. Gedung ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar-mengajar bagi ribuan siswa. Proyek ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas secara gratis.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran proses pembangunan tersebut. Sekolah Rakyat ini akan berdiri di atas lahan seluas 7,06 hektare dan dirancang untuk menampung kapasitas hingga 1.000 siswa. Fasilitas yang disediakan tidak hanya mencakup ruang kelas, tetapi juga asrama, ruang makan, gedung ibadah, serta fasilitas pendukung lainnya seperti lapangan sepak bola.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah salah satu program prioritas yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah, khususnya mereka yang termasuk dalam Desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Progres Pembangunan dan Kapasitas Sekolah Rakyat
Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Deli Serdang saat ini sedang dalam proses pengerjaan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, saat meninjau lokasi pembangunan di Tandam Hulu Satu, Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, menyampaikan bahwa progres pembangunan berjalan lancar. Beliau optimis bahwa fasilitas ini akan siap menampung lebih dari 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara Kementerian Pekerjaan Umum, Kurniawan, menambahkan bahwa target penyelesaian proyek adalah 20 Juli 2026. Target ini sesuai dengan arahan dari Menteri Pekerjaan Umum, memastikan gedung dapat segera digunakan. Progres keseluruhan pembangunan di wilayah tersebut dinilai sangat baik, menunjukkan komitmen kuat dari pihak terkait.
Jaringan Sekolah Rakyat Nasional dan Keterlibatan Pekerja
Selain di Deli Serdang, Menteri Sosial juga mengungkapkan bahwa ada sebanyak 100 gedung permanen Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia yang sedang dalam tahap pembangunan. Proyek-proyek ini melibatkan sekitar 500 pekerja di setiap lokasi untuk mempercepat proses konstruksi. Ini berarti, lebih dari 50.000 pekerja sedang bergotong-royong membangun fasilitas pendidikan ini secara nasional.
Di Sumatera Utara sendiri, terdapat lima gedung permanen Sekolah Rakyat yang sedang dibangun. Lokasinya meliputi Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Padang Sidempuan. Inisiatif ini menunjukkan skala besar program Sekolah Rakyat dalam menyediakan infrastruktur pendidikan yang merata dan berkualitas di berbagai wilayah.
Sekolah Rakyat sebagai Program Pengentasan Kemiskinan Terpadu
Program Sekolah Rakyat dirancang bukan hanya sebagai sarana pendidikan, tetapi juga sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu. Hal ini karena program tersebut memadukan berbagai program unggulan pemerintah lainnya. Integrasi program ini bertujuan untuk memberikan dukungan komprehensif kepada keluarga penerima manfaat, mengatasi berbagai aspek kemiskinan secara holistik.
Beberapa program unggulan yang terintegrasi meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan melalui PBI-JK, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat. Pendekatan multi-sektoral ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Cakupan dan Dampak Program Sekolah Rakyat
Kementerian Sosial, sebagai penyelenggara teknis program ini, melaporkan bahwa saat ini sudah ada 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan yang tersebar di 38 provinsi. Titik-titik rintisan ini memiliki kapasitas total 15.900 siswa. Dukungan terhadap program ini juga datang dari 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan yang tersebar di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.
Angka-angka ini menunjukkan jangkauan luas dari program Sekolah Rakyat dan potensi dampaknya terhadap peningkatan akses pendidikan di seluruh pelosok negeri. Dengan fokus pada keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah, program ini berupaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan dukungan sosial ekonomi yang terintegrasi.
Sumber: AntaraNews