Menengok Lebih Dekat 'Kemewahan' Sekolah Rakyat
Presiden Prabowo menggagas sekolah rakyat gratis. Sekolah ini diperuntukkan anak-anak dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Konsepnya, boarding school.
Sejak beberapa bulan terakhir, aktivitas di Gedung Sentra Wirajaya Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makasar lebih sibuk dari biasanya. Gedung ini sedang dipercantik. Cat putih yang dikuaskan membuat bangunan ini tampak seperti baru.
Perbaikan di tiap sudut bukan sekadar proyek tahunan semata. Sebab mulai hari ini, Senin, 14 Juli 2025, bangunan tersebut akan dialihfungsikan sementara. Sebagai Sekolah Rakyat, program gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Pekerja tampak kebut merampungkan pekerjaan mereka beberapa hari jelang sekolah dimulai. Sebenarnya, tak ada perbaikan yang mencolok. Hanya saja, karena akan digunakan untuk ruang belajar, di beberapa titik perlu disesuaikan agar lebih nyaman.
merdeka.com berkesempatan melihat lebih dekat persiapan Sekolah Rakyat di gedung milik Kementerian Perhubungan itu. Bangunannya berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektare dan terdiri dari beberapa gedung.
Saat memasuki ruang kelas, setidaknya ada 25 meja dan kursi yang akan digunakan oleh siswa.
Selain itu, ada empat kipas angin serta kamera CCTV. Data diterima, nantinya ada 150 peserta didik untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) yang mengenyam pendidikan di sana.
Selain ruang kelas yang nyaman, Sekolah Rakyat di Gedung Sentra Wirajaya juga dilengkapi fasilitas lapangan olahraga lengkap. Seperti lapangan futsal, bola voli, bulutangkis, dan juga basket. Sekolah ini juga dilengkapi laboratorium komputer.
Dengan sistem Boarding School, fasilitas asrama juga disiapkan di sekolah itu. Jika dipersentasekan, persiapan Sekolah Rakyat Salodong sudah mencapai 95 persen.
"Memang masih ada yang direnovasi. Tapi ini semua sudah 95 persen," ujar Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Nur Alam, kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.
Dia yakin, di hari H semua pengerjaan sarana dan prasarana rampung. Begitu juga fasilitas, sudah lengkap terpasang dan siap digunakan siswa.
"Memang ada masih ada mebel yang masih proses pengiriman. Tetapi sudah sebagian besar (terpasang)," kata Nur Alam.
Begitu juga dengan persiapan asrama. Menurut Nur Alam, pihak sekolah tinggal menunggu kedatangan kasur dan lemari yang sedang proses pengiriman.
"Asramanya sudah ready semua. Tinggal mebel sebagian, seperti tempat tidur dan lemari," bebernya.
Sistem Belajar Sekolah Rakyat
Nur Alam menjelaskan, di Sekolah Rakyat SMP 25 Makassar, total ada 150 siswa yang dibagi menjadi enam rombongan belajar atau kelas. Tiap kelas akan diisi 25 orang. Seluruh siswa merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh Pemkot Makassar dan disetujui oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
"Jadi proses seleksinya kemarin selain dari Kemensos, terlibat juga BPS (Badan Pusat Statistik) dan Dinas Pendidikan Makassar. Itu agar tepat sasaran," ucapnya.
Kepala Sekolah Rakyat SMP 25 Makassar Andi Ernawati menambahkan, untuk tenaga pengajar total 13 guru. Sebanyak 11 guru untuk mata pelajaran dan dua guru agama.
"Tenaga guru Sekolah Rakyat SMP pertama di Makassar, untuk perekrutan guru baru masih menunggu," kata dia.
Proses perekrutan guru di Sekolah Rakyat diutamakan dari PPG pra jabatan. Alasannya, PPG pra jabatan sudah memiliki sertifikat pendidikan
15 Titik Sekolah Rakyat di Sulsel
Berdasarkan data Dinas Sosial Sulawesi Selatan, nantinya ada 15 titik disiapkan untuk Sekolah Rakyat. Lima belas titik Sekolah Rakyat ini diharapkan bisa menampung 1.750 siswa untuk tahun ajaran 2025-2026.
Kepala Dinsos Sulsel Abdul Malik Faisal mengatakan, Kementerian Sosial menjadi leading sector untuk menjalankan program Sekolah Rakyat.
"Kemudian sekolah rakyat yang dirintis oleh Kementerian Sosial, karena ini menjadi amanah dari Bapak Presiden. Bahwa Kementerian Sosial menjadi ketua kelas untuk pelaksanaan sekolah rakyat di Indonesia," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Malik menjelaskan secara nasional, untuk tahun ajaran 2025-2026, Kemensos menargetkan ada 100 titik rintisan dan 100 pembangunan permanen Sekolah Rakyat.
"Karena setiap tahun ada 100 Sekolah Rakyat yang akan dibangun oleh Bapak Presiden. Nah pada tahun 2025-2026 ini itu disosialisasi sampai hari ini, itu telah ditetapkan 15 sekolah rintisan. Apa itu Sekolah rintisan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulsel," kata dia.
Malik menjabarkan 15 titik Sekolah Rakyat rintisan yang akan digunakan dua di Kota Makassar yakni Gedung BBPSDM Sulsel dan Sentra Wirajaya Salodong, Kelurahan Untia, Makassar. Kemudian di di Sentra Gau Mabaji Gowa dan Sentra Pangurangi Takalar.
"Kemudian ada BLK 2. Ada BLK 1 di Bone dan 1 di Parepare," tuturnya.
Selain itu, beberapa Pemerintah Kabupaten di Sulsel seperti Soppeng, Sidrap, Wajo, Barru, dan Sinjai juga sudah menyiapkan lokasi untuk Sekolah Rakyat rintisan.
"Ada 2 di Sinjai. Kemudian ada satu masing-masing di Barru, Sidrap, Wajo, dan Soppeng. Seperti itu, jadi totalnya ada 15 sekolah," urainya.
Malik menyebut nantinya 15 titik Sekolah Rakyat tersebut akan menampung 1.750 siswa untuk tahun ajaran 2025-2026.
"Jadi, totalnya itu adalah 1.750 siswa. Rinciannya, SD 75 siswa, SMP 975 siswa, dan SMA 700 siswa dari 20 ribu siswa di Indonesia yang akan di-launching Bapak Presiden Prabowo," bebernya.
Malik menjelaskan saat ini Dinsos Sulsel sedang melakukan perekrutan untuk 1 C. Sementara, untuk 1A dan 1B sudah selesai.
"Jadi rekrutmen siswa itu 1A sampai 1B sudah siap. Sudah ada siswanya. Jadi khusus kami yang Dinsos Sulsel, yang disiapkan oleh Pemprov Provinsi itu di BPSDM ada 150 siswa," kata Malik.
"Untuk 1C yang sekarang berproses (rekrutmen). Berproses nanti di bulan Juli nanti baru penetapan," imbuhnya.
Malik juga menyinggung pembangunan Sekolah Rakyat permanen, rencananya akan dilakukan Agustus 2025. Untuk di Sulsel pembanguan Sekolah Rakyat permanen yang telah disetujui oleh pemerintah pusat yakni di Kabupaten Bone dan Sidrap.
"Menyusul nanti ini ada Barru, ada Soppeng, ada Luwu Timur, ada Luwu Utara Kemudian ada Pangkep. Ini yang menyusul semuanya nanti ini. Dan kita berharap supaya dalam tahun 2025 ini di bulan Agustus Kita bisa mendapatkan, mudah-mudahan bisa dapat 7 sampai 10 pembangunan sekolah rakyat permanen di Sulsel," ucapnya.
Apa Itu Sekolah Rakyat?
Presiden Prabowo Subianto menggagas sekolah rakyat. Sekolah ini diperuntukkan anak-anak dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Itu sebabnya, diberlakukan tanpa biaya alias gratis. Dengan harapan memutus mata rantai kemiskinan.
Pendaftaran program ini sudah dibuka pada 1 April 2025 lalu. Tahap awal, ditargetkan lima puluh titik lokasi sekolah rakyat di seluruh Indonesia.
Apa Keunggulan Sekolah Rakyat?
Tidak hanya menawarkan pendidikan gratis, siswa yang bersekolah di sekolah rakyat akan juga akan mendapatkan tempat tinggal alias asrama, seragam dan makanan bergizi.
Dengan segala fasilitas itu, diharapkan meningkatkan kualitas hidup siswa tersebut. Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat akan berada di bawah pemantauan Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab utama.