Hendak Kabur ke Malaysia Lewat Bali, Tiga WN China Pembobol Rumah Mewah di Bogor Ditangkap
Adapun ketiga pria WNA tersebut berinsial JW (33), RW (37) dan HL (39).
Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, menangkap tiga Warga Negara Asing (WNA) China di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Sabtu (2/5). Ketiga WNA tersebut diduga kuat terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan di kawasan perumahan mewah di Kota Bogor, Jawa Barat. Adapun ketiga pria WNA tersebut berinsial JW (33), RW (37) dan HL (39).
"Kami mampu menangkap siapapun yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), sepanjang informasinya disampaikan kepada Kantor Imigrasi Ngurah Rai dengan cepat dan akurat," kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/5).
Kronologi Penangkapan
Ketiganya menggunakan izin tinggal kunjungan visa on arrival. Ketiga WN China tersebut diketahui hendak bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, menggunakan maskapai Air Asia penerbangan QZ550. Saat proses pemeriksaan keberangkatan, petugas imigrasi mendeteksi adanya kejanggalan kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap identitas ketiga WNA tersebut.
Kemudian, hasil pemeriksaan memastikan bahwa ketiga WN China tersebut diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan berdasarkan laporan Polresta Kota Bogor.
Selain itu, berdasarkan informasi dari Polresta Bogor tindak pidana pencurian dengan pemberatan Pasal 477, Undang-undang RI Nomor 1, tentang KUHP, terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 20.45 WIB. Para pelaku yang mengenakan topeng bermotif wajah pesepakbola dan sarung tangan hitam berhasil masuk ke rumah korban bernama Susanto, saat korban beserta keluarga sedang berlibur ke Tiongkok sejak 18 Maret 2026.
Kemudian, pada pukul 07.00 WITA, ketiga WNA tersebut ditunda keberangkatannya yang kemudian dilaksanakan serah terima resmi. Ketiga WN Tiongkok beserta dengan paspornya kemudian diserahterimakan kepada Polresta Bogor guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai.
"Pengamanan tiga WN Tiongkok ini adalah bukti bahwa pintu masuk wilayah Indonesia, khususnya Bandara I Gusti Ngurah Rai, tidak dapat dijadikan celah untuk meloloskan diri dari jeratan hukum. Kami turut menjaga kedaulatan dan keamanan negara, dan akan terus bersinergi dengan seluruh aparat penegak hukum untuk memastikan setiap pelanggar hukum dapat dipertanggungjawabkan perbuatannya," kata dia.
Bugie juga menambahkan bahwa keberhasilan ini berkat sinergitas yang baik antara Polresta Bogor, Kantor Imigrasi Bogor dan Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Didukung dengan infrastruktur digital Keimigrasian yang semakin canggih dan siap mendeteksi dan mencegah perlintasan para pelaku kejahatan demi keamanan rakyat Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna mengapresiasi keberhasilan penangkapan ini.
"Keberhasilan Kantor Imigrasi Ngurah Rai dalam mengamankan tiga WN Tiongkok yang masuk daftar pencarian ini mencerminkan kesiapan dan profesionalisme jajaran Imigrasi Bali dalam menjalankan fungsi penegakan hukum keimigrasian. Bali sebagai pintu gerbang internasional Indonesia harus steril dari individu-individu yang mencederai nama baik negara," ujar dia.
"Kami dari kantor wilayah akan terus mendukung penuh setiap langkah yang diambil oleh satuan kerja dalam menjaga integritas wilayah dan keamanan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa kerja sama lintas instansi berjalan efektif dan responsif," ujar Sengky.