Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Masih Terkendala Tanah Labil, Berpotensi Timbulkan Longsor Susulan

Karena kondisi belum memungkinkan, penggunaan alat berat untuk mencari korban longsor Banjarnegara tetap ditunda.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Masih Terkendala Tanah Labil, Berpotensi Timbulkan Longsor Susulan
Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Masih Terkendala Tanah Labil, Berpotensi Timbulkan Longsor Susulan (Merdeka.com)

Pencarian korban tanah longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum Kabupaten Banjarnegara masih terkendala pergerakan tanah di beberapa titik yang masih terpantau aktif. Sebanyak 219 personel yang terlibat tim SAR gabungan harus bekerja dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

"Setiap pergerakan dalam proses pencarian harus diperhatikan dengan ketat. Karena berdasarkan pantauan hingga hari ini pergerakan tanah di beberapa sektor terpantau masih aktif dan berpotensi menimbulkan longsor susulan," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska, Selasa (18/11).

Dia menyebut bahwa pola pencarian sepenuhnya disusun berdasarkan pemetaan dari Basarnas dan hasil assessment pagi hari. Di mana seluruh kegiatan di lapangan harus mengedepankan manajemen risiko demi keselamatan personel. Pada sektor yang risikonya meningkat, petugas hanya melakukan pengawasan dari jarak aman.

"Tidak ada kompromi soal keselamatan. Setiap personel diwajibkan bekerja berpasangan, saling mengawasi, dan mengikuti arahan komandan sektor secara disiplin,” ungkapnya.

Karena kondisi belum memungkinkan, penggunaan alat berat tetap ditunda. Seluruh tim hanya mengandalkan peralatan manual seperti cangkul, sekop, dan alkon. 

"Tim K-9 juga diterjunkan saat personel beristirahat agar anjing pelacak dapat bekerja optimal tanpa mengganggu pola pergerakan anggota SAR di lapangan," ujarnya.

Pencarian Korban Longsor Banjarnegara
Pencarian Korban Longsor Banjarnegara istimewa

Berdasarkan data pada tanggal 18 November 2025 pukul 10.00 WIB, tercatat 48 korban terdampak langsung dari bencana tanah longsor dengan rincian 2 orang meninggal dunia, 19 orang luka-luka, 1 orang ditemukan selamat bernama Maryono di posko Pringamba, menyisakan 26 orang lainnya masih belum ditemukan.

Untuk jumlah rumah yang terdampak meningkat dari 30 unit menjadi 49 unit. Dari total penduduk 989 jiwa, sebanyak 941 orang kini berada di titik pengungsian yang tersebar di Balai Desa Pringamba, GOR Desa Beji, Kantor KB Kecamatan Pandanarum, dan Gedung Haji Pandanarum. Sebagian warga lainnya mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

Selain operasi penyisiran, pendistribusian logistik untuk pengungsi dan relawan tetap berjalan setiap hari. Petugas juga menyiapkan dapur umum di kantor kecamatan dan sejumlah rumah warga yang tidak terdampak, sementara posko utama penanganan bencana dipusatkan di Pendopo Kecamatan Pandanarum.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa situasi tanah yang masih labil menuntut setiap langkah dilakukan dengan penuh kehati-hatian. 

"Semoga kondisi tanah segera stabil sehingga upaya pencarian korban dapat dilanjutkan secara lebih aman dan menyeluruh. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mematuhi seluruh arahan keselamatan dari petugas, dan tidak mendekati area berpotensi longsor. Prioritas kami adalah keselamatan bersama,” kata Artanto.

Status Tanggap Darurat Bencana telah ditetapkan sejak 16 November hingga 29 November 2025. Tim gabungan terus memonitor kondisi tanah dan siap menyesuaikan pola operasi sesuai rekomendasi teknis terbaru.

"Semoga seluruh operasi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar dan situasi segera kembali kondusif,” tandasnya.

Rekomendasi