Puluhan Personel Polres Dikerahkan dalam Pencarian Korban Longsor Pasaman Barat

Polres Pasaman Barat mengerahkan puluhan personel untuk membantu pencarian korban longsor di Tinggam, Sinuruik. Dua korban ditemukan, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian intensif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Puluhan Personel Polres Dikerahkan dalam Pencarian Korban Longsor Pasaman Barat
Polres Pasaman Barat mengerahkan puluhan personel untuk membantu pencarian korban longsor di Tinggam, Sinuruik. Dua korban ditemukan, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian intensif. (AntaraNews)

Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menurunkan puluhan personel untuk membantu upaya pencarian korban yang tertimbun longsor. Bencana alam ini terjadi di Tinggam, Jorong Harapan, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, yang menyebabkan beberapa warga terperangkap di bawah material longsor.

Kepala Bagian Ops Polres Pasaman Barat, Kompol Muzhendra, menyatakan bahwa sekitar 60 anggota aktif terlibat dalam operasi ini. Mereka tidak hanya fokus pada pencarian korban, tetapi juga membantu evakuasi dan menyeberangkan warga yang terdampak longsor di lokasi kejadian.

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Pasaman Barat, Basarnas, TNI, PMI kecamatan, nagari, serta berbagai relawan lainnya, bekerja sama dalam misi kemanusiaan ini. Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas pencarian dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Hingga Sabtu pagi, tim gabungan berhasil menemukan dua dari lima korban yang tertimbun longsor di Tinggam. Korban yang telah ditemukan adalah Yelma Yunita (41) dan Raffael Gusti Pratama (7), yang kini telah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Namun, tiga korban lainnya, yaitu Dian Fernanda (24), Amrizal (38), dan Nurhayati (35), masih dalam pencarian intensif oleh seluruh elemen tim. Proses pencarian terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan korban yang tersisa secepat mungkin.

Kompol Muzhendra menjelaskan bahwa pencarian korban menghadapi kendala serius berupa cuaca hujan yang terus-menerus. Meskipun demikian, tim tidak menyerah dan akan terus melakukan pencarian menggunakan alat berat ekskavator serta metode manual untuk menembus material longsor.

Selain pencarian, personel Polres juga membantu warga Bateh Samuik Jorong Tinggam membawa barang bawaan mereka menyeberangi lokasi longsor. Hal ini menunjukkan komitmen penuh dalam membantu meringankan beban masyarakat di tengah situasi sulit ini.

Material longsor yang menutupi jalan menyebabkan akses di lokasi tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Akibatnya, masyarakat Bateh Samuik Tombang terpaksa berjalan kaki di atas material longsor yang masih labil dan licin.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang harus melintasi area tersebut. Salah seorang warga, Boy (30), berharap akses jalan bisa segera diperbaiki agar minimal kendaraan roda dua dapat melintas, memudahkan mobilitas sehari-hari mereka.

Wali Nagari Sinuruik, Frianton, memastikan bahwa pendistribusian logistik bagi warga terdampak bencana di Bateh Samuik Tombang akan tetap berjalan. Logistik akan diantar secara estafet oleh petugas untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Longsor yang terjadi pada Jumat (28/11) ini telah mengisolasi sekitar 333 kepala keluarga di Jorong Tombang. Akses mereka terganggu parah, sehingga bantuan dan penanganan darurat menjadi sangat krusial untuk keberlangsungan hidup warga di wilayah tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi