Nenek di Sragen Dihipnotis Orang Tak Dikenal di Rumah hingga Hartanya Dikuras Habis, Begini Kronologinya
Seluruh harta benda tersebut disimpan di belakang rumah dan hanya ditutup dengan terpal.
Seluruh harta benda tersebut disimpan di belakang rumah dan hanya ditutup dengan terpal.
Nenek di Sragen Dihipnotis Orang Tak Dikenal di Rumah hingga Hartanya Dikuras Habis, Begini Kronologinya
Seorang lansia di Sragen jadi korban hipnotis orang tak dikenal. Akibatnya banyak harta benda yang raib antara lain lima sertifikat tanah, emas perhiasan, dan uang senilai dua puluh juta rupiah raib diambil pelaku.
Wagiyanti, perempuan berusia 67 tahun itu tak sadarkan diri. Ia telah menjadi korban perampokan oleh orang yang telah menghipnotis dirinya.
Awalnya ada dua orang tak dikenal yang datang menginformasikan soal bantuan sosial.
Saat Wagiyanti hendak membuatkan kopi untuk keduanya, salah satu pelaku menghipnotis Wagiyanti hingga tak sadarkan diri. Saat terbangun, seluruh harta benda milik Wagiyanti telah raib.
“Beliau saat berada di rumah didatangi oleh dua pelaku yaitu satu orang. Kemudian dia menyampaikan pada Wagiyanti bahwa dia akan mendapatkan bantuan dari kecamatan yaitu uang tunai sebesar Rp400 ribu setiap bulan,”
kata Kapolsek Plupuh, AKP Suparno, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Rabu (19/6).
Selama ini Wagiyanti hidup sendiri di rumahnya. Maka begitu dihipnotis, rumah itu dalam keadaan kosong. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk mengambil barang-barang berharga yang sebenarnya sudah disembunyikan di belakang rumah.
Wagiyanti mengatakan, seluruh harta benda tersebut disimpan di belakang rumah dan hanya ditutup dengan terpal.
Seingatnya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 1 siang.
“Saya memang di rumah sendiri. Seingat saya waktu dihipnotis saya disuruh membeli kopi sama rokok,” kata Wagiyanti.
Setelah kejadian itu, polisi memeriksa sejumlah saksi dan mengolah tempat kejadian perkara. Warga diminta waspada akan orang tak dikenal saat mendatangi rumah. Mereka diharapkan melaporkan hal mencurigakan itu ke kantor polisi terdekat.