Sungailiat, Kabupaten Bangka – Bupati Bangka, Fery Insani, baru-baru ini menyerukan kepada para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya untuk secara aktif melibatkan pelaku usaha kecil. Imbauan ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang saling menguntungkan, di mana SPPG dapat memastikan pasokan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan Fery Insani di Sungailiat, Sabtu, 17 Januari, menyoroti potensi besar dari petani, peternak, dan berbagai kegiatan usaha masyarakat lainnya. Keterlibatan mereka diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program gizi dan memperkuat roda perekonomian daerah.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi ribuan siswa, tetapi juga memberdayakan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bangka. Dengan demikian, program nasional dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
Advertisement
Advertisement
Bupati Fery Insani menegaskan bahwa setiap SPPG harus melibatkan peran pelaku usaha kecil. Hal ini mencakup petani, peternak, dan berbagai kegiatan usaha masyarakat lainnya yang memproduksi kebutuhan pokok.
Produk-produk seperti beras, sayur-mayur, telur, daging ayam, tempe, dan tahu merupakan komoditas esensial yang dibutuhkan oleh setiap layanan SPPG. Kebutuhan ini untuk memenuhi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan siswa di Kabupaten Bangka.
Keterkaitan antara SPPG dan pelaku usaha kecil akan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di Kabupaten Bangka. Ini akan memberikan manfaat ganda, yaitu mendukung program nasional sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.
Advertisement
Pemberdayaan petani, peternak, dan pelaku usaha kecil di daerah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. SPPG dapat menjadi pasar tetap bagi produk-produk lokal, memastikan pendapatan yang stabil bagi para pelaku usaha.
Advertisement
Program layanan MBG dengan target 31 SPPG yang akan berdiri di Kabupaten Bangka merupakan inisiatif penting. Bupati Fery Insani berharap program ini tidak mengalami kendala, baik dari sisi pasokan kebutuhan pokok maupun aspek lainnya.
Meskipun saat ini baru tujuh dapur MBG yang sudah beroperasi, optimisme tetap tinggi untuk merealisasikan seluruh target. SPPG sendiri merupakan upaya pemenuhan gizi yang semakin diperkuat di berbagai daerah, termasuk Depok dan Pemalang.
Inisiatif ini sejalan dengan program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan gizi. Presiden Prabowo Subianto juga meluncurkan SPPG Polri sebagai wujud nyata komitmen dalam mendukung upaya peningkatan gizi.
Advertisement
Dengan cakupan SPPG yang luas, diharapkan program MBG dapat menjangkau semua sekolah hingga pelosok desa. Ini akan memastikan bahwa setiap siswa menerima asupan gizi yang memadai untuk mendukung tumbuh kembang mereka.
Advertisement
Fery Insani juga menekankan pentingnya penyelesaian cepat terhadap kendala teknis atau masalah lainnya yang mungkin timbul. Penanganan kendala harus dilakukan segera agar tidak mengganggu layanan distribusi MBG bagi siswa di sekolah.
Optimalisasi operasional SPPG menjadi kunci dalam memastikan kelancaran program. Koordinasi yang baik antara SPPG, pemerintah daerah, dan pemasok lokal sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan.
Bupati optimis bahwa pendirian 31 dapur SPPG dapat terealisasi secara bertahap. Hal ini penting untuk memastikan cakupan MBG terpenuhi di seluruh sekolah, termasuk di daerah terpencil.
Advertisement
Komitmen terhadap kelancaran program ini mencerminkan dedikasi pemerintah Kabupaten Bangka dalam mendukung kesehatan dan pendidikan generasi muda. Dengan demikian, kualitas sumber daya manusia di masa depan dapat ditingkatkan melalui asupan gizi yang baik.
Sumber: AntaraNews