Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, secara aktif mengajak seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyukseskan program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini dilakukan dengan mendorong SPPG agar membeli hasil pertanian langsung dari Koperasi Desa Merah Putih di daerah tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan pangan bergizi sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan pentingnya sinergi antara SPPG dan koperasi desa dalam pengadaan bahan pangan utama MBG. Ia menyatakan bahwa seluruh SPPG di Kabupaten Sigi diharapkan dapat membeli hasil pertanian yang dihasilkan melalui kerja sama Koperasi Desa Merah Putih dengan para petani setempat. Koperasi ini memang fokus bergerak di sektor pertanian untuk mendukung kebutuhan pangan.
Program MBG sendiri berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini di Kabupaten Sigi. Dengan skema ini, kesejahteraan petani lokal juga akan meningkat karena hasil pertanian mereka dibeli langsung oleh koperasi. Ini merupakan upaya komprehensif untuk membangun SDM unggul dan memajukan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Saat ini, sebanyak 160 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Sigi telah memiliki badan hukum dan siap mendukung program Makan Bergizi Gratis. Koperasi-koperasi ini akan menyediakan berbagai bahan pangan esensial, seperti beras, sayuran segar, dan daging ayam, kepada setiap SPPG di Kabupaten Sigi. Keberadaan koperasi ini menjadi tulang punggung dalam rantai pasok pangan bergizi.
Bupati Rizal menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih akan berperan sebagai pembiaya utama bagi kelompok tani. Mereka akan membiayai seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen, dengan dukungan kredit dari Bank Himbara. Model ini memastikan petani memiliki modal dan jaminan pasar untuk hasil panen mereka.
Setelah panen, hasil pertanian dari petani akan dibeli kembali oleh koperasi desa tersebut. Selanjutnya, bahan pangan ini akan dijual dan disalurkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Sigi. Skema ini menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan saling menguntungkan bagi semua pihak.
Advertisement
Advertisement
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sigi bukan sekadar bantuan makanan biasa, melainkan bagian dari upaya besar untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas gizi anak-anak sejak usia dini. Investasi pada gizi anak diyakini akan berdampak positif pada perkembangan kognitif dan fisik mereka di masa depan.
Bupati Rizal menegaskan bahwa dengan skema penyediaan bahan pangan oleh Kopdes Merah Putih ke SPPG, kesejahteraan petani setempat dapat meningkat signifikan. Hasil pertanian masyarakat akan dibeli langsung oleh koperasi, kemudian diolah menjadi bahan pangan bergizi, dan disalurkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan. Ini adalah siklus yang menguntungkan.
Melalui pendekatan ini, petani dapat merasakan dampak langsung berupa peningkatan pendapatan dan kepastian pasar. Di sisi lain, anak-anak mendapatkan asupan gizi yang memadai untuk tumbuh kembang optimal. Secara keseluruhan, inisiatif ini tidak hanya menyehatkan anak-anak dan menyejahterakan petani, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara holistik.
Advertisement
Data dari Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palu menunjukkan bahwa di Sulawesi Tengah, terdapat 93 SPPG yang beroperasi. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Sigi sendiri memiliki 6 unit SPPG yang siap menjalankan program ini.
Sumber: AntaraNews