Tim SAR Mataram Intensifkan Pencarian Dua Anak Hilang di Pantai Ampenan
Tim SAR gabungan di Mataram terus melakukan pencarian intensif terhadap dua anak yang dilaporkan hilang terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan, memicu kekhawatiran dan harapan agar segera ditemukan.
Dua anak dilaporkan hilang terseret ombak saat beraktivitas di kawasan Pantai Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (29/5) sore. Tim SAR gabungan dari Kantor SAR Mataram segera bergerak cepat untuk melakukan operasi pencarian intensif di lokasi kejadian. Peristiwa nahas ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang setempat.
Korban pertama adalah Pietro Alesandro Seda (13), yang hilang saat berenang di Pantai Skip, sementara korban kedua, Anindita Mantika Muslim (9), hanyut di Pantai Karang Buyuk. Kedua lokasi kejadian tersebut tidak berjauhan, menambah duka dan kekhawatiran keluarga serta warga sekitar. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Tim SAR untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, menyatakan bahwa pencarian dilakukan menggunakan berbagai peralatan canggih, termasuk drone thermal. Upaya ini diharapkan dapat memetakan area yang sulit dijangkau secara visual demi menemukan kedua korban secepatnya. Seluruh tim bekerja keras tanpa henti sejak laporan diterima.
Kronologi Kejadian dan Respons Cepat Tim SAR
Peristiwa tragis ini terjadi hampir bersamaan pada Jumat (29/5) sore, ketika kondisi ombak di Pantai Ampenan cukup besar. Pietro Alesandro Seda dilaporkan hilang saat berenang bersama delapan temannya di Pantai Skip. Menurut Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret mereka ke tengah laut, namun teman-teman Pietro berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai.
Tidak lama berselang, di Pantai Karang Buyuk yang berdekatan, Anindita Mantika Muslim juga dilaporkan terseret ombak. Anak perempuan berusia sembilan tahun ini sedang bermain di tepi pantai sebelum diterjang gelombang tinggi. Kedua insiden ini menggarisbawahi bahaya kondisi laut yang tidak menentu dan pentingnya pengawasan saat berada di area pantai.
Setelah menerima laporan dari pihak kepolisian, Kantor SAR Mataram segera memberangkatkan personel ke lokasi kejadian. Tim dilengkapi dengan perahu karet, kendaraan operasional, peralatan medis, alat komunikasi, dan drone thermal. Peralatan canggih ini sangat membantu dalam upaya pencarian di area yang luas dan menantang.
Upaya pencarian langsung dilakukan sejak Jumat sore hingga tengah malam, dengan tim rescue menyisir permukaan air menggunakan perahu karet. Penyisiran juga dilakukan di sepanjang pesisir Pantai Ampenan, serta pemantauan udara menggunakan drone thermal. Meskipun demikian, hingga malam berganti, kedua korban belum berhasil ditemukan.
Perluasan Area Pencarian dan Harapan Penemuan
Pada hari Sabtu (30/5), area pencarian diperluas secara signifikan untuk meningkatkan peluang penemuan kedua korban. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di laut menggunakan perahu karet, mencakup jangkauan yang lebih luas dari titik awal kejadian. Kondisi cuaca dan arus laut menjadi faktor penting yang terus dipantau oleh tim di lapangan.
Selain penyisiran di laut, tim juga melakukan penyisiran darat di sepanjang garis pantai Ampenan. Metode ini bertujuan untuk memastikan tidak ada area yang terlewatkan dalam upaya pencarian. Koordinasi antar tim dan pihak terkait terus diperkuat untuk memaksimalkan efektivitas operasi penyelamatan ini.
Bustanil menjelaskan bahwa penggunaan drone thermal sangat vital untuk memetakan area yang sulit dijangkau dan memastikan cakupan pencarian yang komprehensif. Teknologi ini memungkinkan tim untuk mendeteksi potensi keberadaan korban di lokasi yang tidak dapat dijangkau secara visual. Harapan besar disematkan pada teknologi ini untuk mempercepat penemuan.
Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung proses pencarian. “Kami telah menghubungi Tim SAR untuk membantu proses pencarian dan kami berharap kedua korban segera bisa ditemukan,” ujarnya. Seluruh pihak berharap agar Pietro dan Anindita dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Imbauan Keselamatan di Kawasan Pantai
Peristiwa hilangnya dua anak di Pantai Ampenan ini menjadi pengingat serius bagi seluruh masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di kawasan pantai. Kondisi ombak yang tidak menentu, terutama saat cuaca kurang bersahabat, dapat menimbulkan bahaya yang tidak terduga. Kewaspadaan dan pengawasan orang tua sangat diperlukan saat anak-anak bermain di pantai.
Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi peringatan dan rambu-rambu keselamatan yang ada di area pantai. Hindari berenang atau beraktivitas terlalu jauh ke tengah laut, terutama jika tidak didampingi oleh orang dewasa yang kompeten. Edukasi mengenai potensi bahaya laut perlu terus digalakkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pihak berwenang juga terus mengimbau agar para pengunjung pantai lebih berhati-hati dan tidak mengabaikan kondisi alam. Kondisi ombak besar dapat datang secara tiba-tiba dan menyeret siapa pun yang berada di dekatnya. Kesadaran kolektif akan keselamatan adalah kunci untuk menikmati keindahan pantai tanpa risiko yang tidak perlu.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berada di lokasi dan terus menyisir area sekitar Pantai Ampenan. Upaya pencarian akan terus dilanjutkan dengan harapan dapat membawa kabar baik bagi keluarga korban. Dukungan dan doa dari masyarakat sangat diharapkan dalam masa sulit ini.
Sumber: AntaraNews