Tim SAR Palembang Intensifkan Pencarian Anak Tenggelam di Kertapati
Tim SAR Palembang bergerak cepat mencari seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang dilaporkan tenggelam di perairan Mataram, Kertapati. Simak detail upaya pencarian anak tenggelam ini yang menghadapi tantangan arus deras.
Tim SAR Palembang mengerahkan personel lengkap untuk mencari seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang dilaporkan tenggelam di perairan Mataram, Kertapati, Palembang, pada Minggu (26/4). Insiden tragis ini terjadi saat korban sedang beraktivitas di pinggir perairan tersebut sebelum tiba-tiba kehilangan kendali dan terseret arus deras. Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera merespons laporan kecelakaan ini dengan pengerahan tim respons cepat.
Pencarian intensif segera dilakukan setelah laporan diterima pada Minggu pagi, dengan fokus utama di sekitar Lokasi Kejadian Perkara (LKP) di wilayah Kertapati. Tim penyelamat membagi area pencarian menjadi beberapa radius pemantauan untuk memastikan efektivitas maksimal dalam menemukan korban. Upaya pencarian anak tenggelam ini melibatkan penggunaan perahu karet (rubber boat) serta penyelam profesional yang terlatih.
Kondisi arus sungai yang cukup kuat dan jarak pandang yang terbatas di dalam air menjadi tantangan signifikan bagi tim di lapangan selama proses evakuasi ini. Hingga saat ini, identitas lengkap korban masih belum dapat diumumkan secara rinci oleh pihak berwenang. Masyarakat setempat memadati lokasi kejadian untuk memantau langsung proses pencarian yang sedang berlangsung dengan penuh harapan.
Operasi Pencarian Intensif Tim SAR Palembang
Kantor SAR Palembang segera merespons laporan kecelakaan dengan mengerahkan personel dan peralatan penyelamatan air lengkap segera setelah menerima informasi. Raymond Konstantin menyatakan bahwa tim telah menyisir area di sekitar Lokasi Kejadian Perkara (LKP) secara cermat dan sistematis. Mereka membagi fokus pencarian menjadi beberapa radius pemantauan guna memastikan tidak ada area yang terlewatkan dalam upaya evakuasi korban.
Proses pencarian anak tenggelam ini dilakukan menggunakan perahu karet (rubber boat) yang menyusuri permukaan air di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, penyelam juga dikerahkan untuk memeriksa titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi keberadaan korban di bawah permukaan air. Metode gabungan ini diharapkan dapat menjangkau korban yang mungkin tersangkut atau terbawa arus ke dasar perairan yang dalam.
Raymond Konstantin menjelaskan bahwa kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi salah satu faktor yang sangat diperhatikan oleh tim di lapangan. Jarak pandang di dalam air yang terbatas juga menjadi tantangan tersendiri, yang membutuhkan kehati-hatian ekstra dari para penyelam yang bertugas. Faktor-faktor lingkungan ini memengaruhi kecepatan dan kompleksitas operasi pencarian yang sedang berlangsung di perairan Mataram.
Kronologi Kejadian dan Kesaksian Warga Setempat
Berdasarkan keterangan saksi dan warga setempat, korban diketahui hilang terseret arus dan tenggelam sejak pukul 07.30 WIB pada hari Minggu. Kejadian bermula ketika anak perempuan tersebut sedang beraktivitas di pinggiran perairan Mataram, sebuah aktivitas yang umum dilakukan oleh warga sekitar. Namun, secara tiba-tiba, ia kehilangan kendali dan terseret oleh arus sungai yang kuat.
Korban kemudian tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan air, memicu kepanikan di antara warga yang melihat kejadian tersebut. Wiwin (25), salah seorang warga yang berada di lokasi, membenarkan insiden ini, "Anak perempuan yang tenggelam tersebut," ujarnya, menggambarkan momen mengerikan itu. Kesaksian ini menjadi salah satu informasi penting bagi tim SAR dalam melakukan pencarian.
Masyarakat sekitar memadati lokasi kejadian untuk melihat langsung upaya pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Palembang. Mereka berkumpul di tepi perairan dengan harapan agar korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Suasana haru dan cemas menyelimuti area perairan Mataram seiring dengan berjalannya operasi penyelamatan yang melibatkan banyak pihak.
Sumber: AntaraNews