Tim SAR Intensif Cari Remaja Terseret Arus di Pantai Carita Banten, Keluarga Berharap Cepat Ditemukan

Seorang remaja terseret arus saat berenang di Pantai Carita Banten. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian intensif, memicu kekhawatiran keluarga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Intensif Cari Remaja Terseret Arus di Pantai Carita Banten, Keluarga Berharap Cepat Ditemukan
Seorang remaja terseret arus saat berenang di Pantai Carita Banten. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian intensif, memicu kekhawatiran keluarga. (AntaraNews)

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) tengah melakukan operasi pencarian intensif terhadap seorang remaja yang terseret arus laut. Insiden tragis ini terjadi saat korban berenang di kawasan Pantai Kondominium Lippo, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Korban diketahui bernama Raka Mudiawan (14), seorang warga Rajeg, Kabupaten Tangerang. Peristiwa nahas ini dilaporkan terjadi pada Kamis sore, 12 Maret, sekitar pukul 17.45 WIB, ketika Raka sedang menikmati waktu di pantai bersama rekannya.

Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa laporan kecelakaan laut diterima pukul 18.41 WIB dari seorang pelapor bernama Robi. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya keras menemukan korban di tengah kondisi cuaca berawan yang menyelimuti lokasi.

Peristiwa tragis yang menyebabkan Raka Mudiawan terseret arus di Pantai Carita bermula ketika korban sedang menikmati waktu berenang bersama rekannya. Mereka berdua diketahui sedang berada di perairan Pantai Kondominium Lippo pada Kamis sore yang cerah.

Menurut keterangan saksi dan laporan awal, Raka diduga kuat terseret oleh kuatnya arus laut di area tersebut yang tiba-tiba datang. Rekannya yang berada di dekatnya sempat berupaya melakukan pertolongan dengan meraih tangan Raka, namun sayangnya korban terlepas dari genggaman akibat derasnya arus.

Setelah terlepas, Raka kemudian tenggelam dan menghilang dari pandangan di tengah gelombang. Kejadian ini segera memicu kepanikan luar biasa dan laporan cepat kepada pihak berwenang untuk memulai operasi pencarian dan penyelamatan.

Insiden ini menjadi pengingat penting akan bahaya berenang di laut, terutama saat kondisi arus tidak menentu. Pihak berwenang selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan tanda-tanda peringatan di pantai.

Menanggapi laporan kecelakaan laut yang menimpa Raka, tim Rescue dari Unit Siaga SAR Pandeglang segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Sebanyak lima personel SAR yang terlatih dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap Raka Mudiawan.

Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa operasi pencarian terus dilakukan tanpa henti sejak laporan diterima. Meskipun kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan berawan, tim tetap bekerja keras dengan peralatan yang memadai.

Pihak Basarnas sangat berharap korban dapat segera ditemukan dalam waktu dekat, mengingat pentingnya kecepatan dalam operasi SAR. "Kami berharap malam ini bisa ditemukan, karena pencarian masih dilakukan," ujar Al Amrad, menunjukkan optimisme tim dan keseriusan dalam misi ini.

Fokus utama tim SAR adalah menemukan Raka Mudiawan secepatnya dan mengakhiri penantian cemas dari keluarga korban yang menunggu di darat. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan untuk memaksimalkan setiap upaya pencarian ini agar membuahkan hasil.

Pencarian ini melibatkan penyisiran area pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian. Masyarakat di sekitar Pantai Carita juga diimbau untuk turut memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi