Balita Terseret Sungai Cisimeut Lebak, Tim SAR Banten Terus Lakukan Pencarian
Tim SAR Banten masih berupaya mencari seorang balita berusia 5 tahun yang diduga terseret arus deras Sungai Cisimeut di Lebak, Banten, memicu kekhawatiran akan keselamatan anak-anak di sekitar aliran sungai.
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Provinsi Banten tengah gencar melakukan operasi pencarian terhadap seorang balita yang dilaporkan hilang dan diduga terseret arus Sungai Cisimeut di Kabupaten Lebak. Peristiwa nahas ini terjadi di Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Banten, memicu kekhawatiran serius akan keselamatan anak-anak di sekitar aliran sungai.
Korban, Muhammad Akhmal yang baru berusia lima tahun, diketahui menghilang sejak Jumat sore pukul 15.00 WIB, memicu kepanikan keluarga dan warga sekitar. Orang tua korban menyadari anaknya tidak berada di rumah setelah beberapa waktu pencarian awal.
Pencarian mandiri oleh keluarga dan warga menemukan petunjuk krusial berupa sandal milik korban yang tergeletak di tepi Sungai Cisimeut. Penemuan ini menguatkan dugaan bahwa balita tersebut terbawa arus deras sungai yang sedang meluap, menambah urgensi dan fokus pencarian tim SAR.
Kronologi Hilangnya Balita Muhammad Akhmal di Lebak
Muhammad Akhmal, balita berusia lima tahun, terakhir terlihat pada Jumat (8/5) sekitar pukul 15.00 WIB sebelum orang tuanya menyadari ia tidak ada di rumah. Kejadian tragis ini segera memicu kekhawatiran mendalam dari pihak keluarga dan masyarakat setempat di Lebak.
Anggota keluarga bersama dengan warga sekitar segera memulai pencarian di lingkungan rumah korban dan area sekitarnya, berharap dapat menemukan Muhammad Akhmal dalam kondisi selamat. Upaya pencarian ini dilakukan secara intensif dan penuh harap, menjelajahi setiap sudut yang memungkinkan.
Dalam proses pencarian mandiri tersebut, sebuah petunjuk penting ditemukan, yaitu sandal milik korban yang tergeletak di tepi Sungai Cisimeut. Penemuan ini memperkuat dugaan awal bahwa balita tersebut mungkin telah terseret arus sungai yang melintasi wilayah tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa korban diduga kuat terbawa arus sungai yang pada saat kejadian memiliki kondisi arus yang cukup deras. Kondisi arus yang kuat ini membuat upaya penemuan balita yang terseret Sungai Cisimeut menjadi lebih menantang bagi tim penyelamat.
Operasi Pencarian Intensif Tim SAR Gabungan di Sungai Cisimeut
Setelah menerima laporan mengenai hilangnya Muhammad Akhmal, Tim Pencarian dan Pertolongan Banten segera menerjunkan personelnya untuk melakukan operasi pencarian gabungan. Tim SAR Lebak juga turut serta dalam upaya penemuan balita yang terseret Sungai Cisimeut ini, berkoordinasi erat di lapangan.
Al Amrad menjelaskan bahwa lima personel tim SAR dikerahkan ke lokasi kejadian di Sungai Cisimeut, Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari. Mereka dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung canggih untuk memaksimalkan proses pencarian di air dan darat, termasuk penyisiran tepi sungai.
Peralatan yang digunakan meliputi rescue car untuk mobilitas cepat, rubber boat untuk penyisiran air, peralatan medis untuk penanganan darurat, peralatan komunikasi untuk koordinasi, serta perlengkapan SAR air yang esensial untuk operasi di sungai. Cuaca di lokasi dilaporkan berawan, namun tidak menyurutkan semangat tim penyelamat.
Hingga hari kedua operasi, Muhammad Akhmal masih belum ditemukan, namun tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus melanjutkan pencarian hingga balita tersebut ditemukan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak, di dekat aliran sungai Cisimeut guna mencegah kejadian serupa terulang.
Sumber: AntaraNews