Bocah Hanyut Sungai Cimanuk Garut Ditemukan Tewas Setelah Sehari Hilang
Tim SAR gabungan berhasil menemukan Asep Supriatna, bocah 6 tahun yang hanyut di Sungai Cimanuk Garut, dalam kondisi meninggal dunia setelah sehari pencarian, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
GARUT – Tim Search And Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan seorang bocah berusia enam tahun dalam kondisi tewas setelah satu hari hilang karena hanyut dan tenggelam di aliran Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan sejak Kamis siang, membawa duka mendalam bagi keluarga korban.
Korban, yang diketahui bernama Asep Supriatna, warga Garut Kota, ditemukan pada Jumat pagi setelah dilaporkan hilang sehari sebelumnya. Insiden tragis ini menambah daftar panjang kasus anak-anak yang menjadi korban kecelakaan di area sungai, menyoroti pentingnya pengawasan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di dekat area sungai. Hal ini penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang dan menjaga keselamatan buah hati dari potensi bahaya.
Jasad Bocah Hanyut Ditemukan Dua Kilometer dari Titik Awal
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, membenarkan bahwa tim SAR gabungan telah menemukan korban Asep Supriatna. Jasad bocah hanyut Sungai Cimanuk Garut itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, setelah upaya pencarian yang panjang.
"Ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar dua kilometer dari titik awal lokasi dilaporkan hilang," kata Aah Anwar Saefuloh, menjelaskan detail penemuan. Proses pencarian melibatkan penyisiran arus sungai oleh tim gabungan yang bekerja tanpa henti sejak Kamis.
Setelah berhasil ditemukan, jasad korban segera dibawa ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Prosedur ini dilakukan sesuai standar penanganan kasus penemuan jenazah guna memastikan identifikasi dan kondisi korban.
Selanjutnya, jenazah Asep Supriatna diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Keluarga korban berencana memakamkan Asep di tempat pemakaman umum (TPU) di kampung halamannya yang berada di Garut Kota.
Kronologi dan Penyelidikan Insiden Bocah Terbawa Arus
Aah Anwar Saefuloh menjelaskan bahwa sebelum kejadian nahas ini, korban Asep Supriatna sedang bermain sendirian. Diduga kuat, bocah tersebut terjatuh saat bermain di pinggiran sungai terbesar di wilayah Garut Kota pada Kamis (18/2) siang, tanpa ada pengawasan orang dewasa.
Kepala Polsek Garut Kota, AKP Zainuri, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Penyelidikan ini juga melibatkan permintaan keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di sekitar area sungai Cimanuk.
Hasil keterangan saksi menunjukkan bahwa mereka sempat melihat korban menuruni tangga menuju Sungai Cimanuk. Namun, beberapa saat kemudian, ketika dicek kembali oleh saksi, korban sudah tidak ada di tempat tersebut, memicu kekhawatiran yang berujung pada laporan kehilangan.
"Korban diduga terjatuh ke sungai kemudian terbawa arus," terang AKP Zainuri, mengonfirmasi dugaan awal penyebab insiden. Pihak kepolisian terus mendalami insiden ini untuk memastikan semua detail kronologi dan memberikan penjelasan lengkap kepada publik.
Sumber: AntaraNews