Liburan yang dijalani BN (6) bersama keluarga di kolam renang ANB, Kecamatan Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat pada Minggu (23/2) berakhir tragis. BN dinyatakan meninggal dunia usai tangannya terjebak di saluran pembuangan air saat main perosotan.
Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Dhany Rhamdany mengatakan awalnya korban diketahui bermain perosotan di kolam renang ANB. "Ke dalam kolam tersebut diketahui mencapai satu meter," kata Dhany.
Advertisement
Kronologi
Menurut Dhany, setelah korban berseluncur di perosotan tidak kembali muncul ke permukaan air. Hal itu membuat keluarganya panik dan langsung melakukan pencarian di sekitar kolam renang.
Sampai akhirnya kemudian korban ditemukan di dalam air dalam kondisi tangannya yang tersangkut di saluran pembuangan air kolam. Derasnya air menjadikan tangan korban tidak bisa dilakukan penarikan secara paksa.
Keluarga korban yang mengetahui hal tersebut, langsung meminta bantuan kepada petugas yang ada di sekitar kolam renang dan diteruskan kepada tim dari Dinas Pemadam Kebakaran di UPT Pameungpeuk. Satu regu tim penolong pun diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi secepat mungkin dengan harapan korban masih bisa diselamatkan.
"Kami melakukan berbagai cara, termasuk menguras air kolam, menggunakan pelumas untuk membantu melepaskan tangan korban dari saluran pembuangan, serta memberikan bantuan oksigen begitu korban berhasil dikeluarkan," ujar Dhany.
Meski begitu, rupanya hal tersebut tidak menjadikan korban bisa diselamatkan. Korban diketahui meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dibawa ke fasilitas kesehatan.
Advertisement
Penyebab Meninggal
Sementara itu, Plt Kasat Polairud Polres Garut Iptu Aep mengatakan, korban diduga kuat meninggal akibat saat tersangkut tidak bisa bernapas di dalam air. "Korban sempat dicoba untuk diselamatkan, namun kondisi korban sulit diangkat karena tersangkut," kata Aep.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin mengatakan kepolisian akan melakukan pendalaman dengan adanya kejadian tersebut. Langkah itu berkaitan dengan adanya kemudingkan dugaan kelalaian dari pengelola kolam renang.
"Pasti kita akan lakukan pendalaman (kaitan dengan dugaan kelalaian pengelola kolam renang)," kata Joko.