Setelah Empat Hari Pencarian, SAR Cianjur Temukan Jasad Anak Korban Hanyut di Sungai Cijampang

Tim SAR Cianjur Temukan Jasad Anak E (10) yang hilang terbawa arus Sungai Cijampang setelah empat hari pencarian intensif, menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Setelah Empat Hari Pencarian, SAR Cianjur Temukan Jasad Anak Korban Hanyut di Sungai Cijampang
Tim SAR Cianjur Temukan Jasad Anak E (10) yang hilang terbawa arus Sungai Cijampang setelah empat hari pencarian intensif, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan di Cianjur, Jawa Barat, berhasil menemukan jasad seorang anak laki-laki berinisial E (10) yang sebelumnya dilaporkan hilang terbawa arus Sungai Cijampang. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang telah berlangsung selama empat hari sejak korban dilaporkan menghilang.

Korban, warga Desa Sindangkerta, Kecamatan Pagelaran, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (26/12). Jasadnya ditemukan sejauh 14 kilometer dari lokasi awal ia terbawa arus saat berenang.

Operasi pencarian ini melibatkan personel gabungan dari SAR Cianjur, TNI/Polri, BPBD Cianjur, serta para relawan. Setelah dievakuasi, jasad korban segera dibawa ke RSUD Pagelaran untuk dilakukan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Proses pencarian korban hanyut di Sungai Cijampang dilakukan secara menyeluruh oleh tim gabungan. Kepala SAR Cianjur, Andika Zein, menjelaskan bahwa tim bekerja keras menyusuri aliran sungai selama empat hari.

Jasad E ditemukan setelah upaya pencarian yang gigih, menandakan jarak yang cukup jauh dari titik awal kejadian. Penemuan ini menjadi titik akhir dari operasi pencarian yang melibatkan 33 personel gabungan.

Petugas gabungan terdiri dari anggota SAR Cianjur, TNI/Polri, aparat desa dan kecamatan, serta relawan. Mereka semua berkolaborasi untuk menemukan korban yang hilang di tengah derasnya arus sungai.

Kejadian tragis ini bermula ketika E (10) bersama seorang temannya, FP (9), terbawa arus Sungai Cijampang saat berenang. Kapolsek Pagelaran, Iptu Budi Rustandi, mengungkapkan bahwa laporan warga menyebutkan kedua anak tersebut terseret arus yang tiba-tiba deras.

FP berhasil ditemukan lebih dulu oleh warga dalam kondisi tidak bernyawa, sementara E masih dalam pencarian. Pihak Polsek Pagelaran segera berkoordinasi dengan SAR Cianjur dan BPBD Cianjur untuk melakukan pencarian bersama.

Menyikapi insiden ini, SAR Cianjur mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari aktivitas di aliran sungai. Imbauan ini sangat penting mengingat cuaca ekstrem masih sering terjadi di wilayah tersebut.

Orang tua juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Hal ini bertujuan agar anak-anak tidak bermain atau berenang di sungai tanpa pengawasan, demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Setelah jasad korban ditemukan, tim gabungan segera melakukan proses evakuasi dengan hati-hati. Jasad E langsung dibawa ke RSUD Pagelaran untuk dilakukan visum sesuai prosedur yang berlaku.

Visum ini penting untuk memastikan penyebab kematian dan melengkapi berkas administrasi sebelum jasad diserahkan. Setelah semua proses selesai, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

Dengan ditemukannya jasad E, operasi pencarian resmi dihentikan oleh pihak SAR Cianjur. Seluruh personel yang terlibat dalam pencarian telah menyelesaikan tugasnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi