Tim SAR Temukan Bocah Hanyut di Sungai Cimanuk Garut Tewas Setelah Sehari Hilang
Tim SAR gabungan berhasil menemukan Asep Supriatna, bocah enam tahun yang hanyut di Sungai Cimanuk Garut, dalam kondisi meninggal dunia setelah sehari pencarian, menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Seorang bocah berusia enam tahun, Asep Supriatna, ditemukan tewas setelah dinyatakan hilang dan hanyut di aliran Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penemuan tragis ini dilakukan oleh tim Search And Rescue (SAR) gabungan pada Jumat pagi, setelah pencarian intensif selama satu hari penuh. Korban adalah warga Garut Kota yang sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis siang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, membenarkan penemuan jasad korban sekitar dua kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hilang. Insiden ini bermula ketika korban diduga terjatuh saat bermain sendirian di pinggir sungai terbesar di wilayah Garut Kota tersebut. Pihak berwenang dan tim SAR segera melancarkan operasi pencarian.
Setelah ditemukan, jasad Asep Supriatna langsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah kemudian akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di kampung halamannya. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat.
Kronologi Pencarian dan Penemuan Korban Hanyut
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari berbagai unsur, memulai operasi pencarian segera setelah laporan kehilangan diterima pada Kamis (18/2) siang. Mereka menyusuri arus Sungai Cimanuk dengan harapan menemukan Asep Supriatna dalam kondisi selamat. Upaya pencarian ini melibatkan personel dan peralatan khusus untuk menelusuri setiap sudut sungai.
Setelah lebih dari 24 jam melakukan pencarian tanpa henti, tim SAR akhirnya berhasil menemukan jasad korban pada Jumat pagi. Penemuan ini terjadi sekitar dua kilometer dari titik awal di mana Asep terakhir terlihat sebelum hanyut. Lokasi penemuan menunjukkan seberapa jauh arus sungai telah membawa tubuh korban.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasad Asep Supriatna kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit setempat untuk proses identifikasi dan pemeriksaan medis. Proses ini merupakan bagian standar dari penanganan kasus serupa.
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan. Keluarga berencana untuk memakamkan Asep di tempat pemakaman umum (TPU) di Garut Kota, kampung halaman mereka. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.
Dugaan Penyebab dan Penyelidikan Polisi Terkait Bocah Hanyut
Insiden nahas ini diduga bermula ketika Asep Supriatna sedang bermain sendirian di pinggiran Sungai Cimanuk pada Kamis siang. Sungai Cimanuk dikenal sebagai salah satu sungai terbesar di wilayah Garut Kota, dengan arus yang bisa cukup deras. Diduga kuat, korban terjatuh ke dalam air saat bermain tanpa pengawasan.
Kepala Polsek Garut Kota, AKP Zainuri, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti. Beberapa saksi mata juga telah dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Keterangan saksi menjadi kunci dalam memahami kronologi insiden ini.
Menurut kesaksian yang dihimpun polisi, ada saksi yang melihat korban menuruni tangga menuju Sungai Cimanuk sebelum akhirnya hilang. Beberapa saat kemudian, ketika saksi mengecek kembali, korban sudah tidak ada di tempat tersebut. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Asep terjatuh dan terbawa arus sungai yang deras.
AKP Zainuri menegaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban diduga terjatuh ke sungai dan kemudian terbawa arus. Pihak kepolisian akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada unsur lain di balik insiden tragis tersebut. Penyelidikan ini penting untuk memberikan kejelasan kepada keluarga korban.
Sumber: AntaraNews