Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Muara Sungai Opak Bantul Hari Kedua

Tim SAR gabungan terus berupaya mencari Yunanta, korban yang dilaporkan tenggelam di muara Sungai Opak Bantul, dengan berbagai metode pencarian di hari kedua operasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Muara Sungai Opak Bantul Hari Kedua
Tim SAR gabungan terus berupaya mencari Yunanta, korban yang dilaporkan tenggelam di muara Sungai Opak Bantul, dengan berbagai metode pencarian di hari kedua operasi. (AntaraNews)

Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan masih terus berupaya menemukan Yunanta (30), seorang warga yang dilaporkan tenggelam di muara Sungai Opak, Kelurahan Tirtohargo, Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Insiden ini terjadi pada Sabtu (28/3) dini hari saat korban berpamitan untuk menjaring ikan.

Operasi pencarian memasuki hari kedua pada Minggu (29/3), dengan melibatkan berbagai elemen tim SAR. Fokus utama adalah menyisir area sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) menggunakan metode darat, air, dan udara.

Pencarian ini dikoordinasikan oleh Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta, yang membagi tim menjadi beberapa unit. Kondisi cuaca yang cerah mendukung kelancaran operasi di lapangan.

Humas Kantor Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, menjelaskan bahwa operasi pencarian korban tenggelam di muara Sungai Opak dibagi menjadi empat tim search and rescue unit (SRU). Setiap SRU memiliki tugas dan area pencarian yang spesifik untuk memaksimalkan upaya penemuan korban. Pembagian tugas ini diharapkan dapat mencakup area yang lebih luas dan efektif.

SRU pertama fokus pada penyisiran air menggunakan empat perahu karet LCR dan satu perahu jukung. Mereka menyisir area sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) dengan radius sejauh 500 meter untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban. Upaya ini dilakukan secara cermat di sepanjang aliran sungai.

Sementara itu, SRU kedua dan ketiga melakukan penyisiran wilayah darat dari LKP. SRU kedua bergerak ke arah timur sejauh kurang lebih 500 meter, sedangkan SRU ketiga menyisir ke arah barat dengan jarak yang sama. Kedua tim ini berkoordinasi untuk memastikan tidak ada area yang terlewatkan dalam pencarian darat.

Untuk melengkapi strategi pencarian, SRU empat mengerahkan drone thermal untuk pemantauan udara di LKP dengan radius 500 meter. Penggunaan teknologi drone ini membantu dalam mendeteksi anomali suhu yang mungkin mengindikasikan keberadaan korban, terutama di area yang sulit dijangkau. Kondisi cuaca cerah di hari kedua pencarian sangat mendukung seluruh operasi ini.

Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas dari saksi, korban Yunanta berpamitan untuk menjaring ikan pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Ia menuju area muara Sungai Opak, Tirtohargo, Kretek, Bantul, dengan tujuan mencari nafkah. Kegiatan menjaring ikan ini merupakan rutinitas bagi sebagian warga sekitar.

Namun, sekitar pukul 05.00 WIB, saksi menemukan perahu getek milik korban terdampar di wilayah muara Sungai Opak sisi barat. Selain itu, jaring ikan dan sepeda motor milik Yunanta juga ditemukan di lokasi yang sama. Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran karena korban tidak kunjung kembali.

Setelah ditunggu hingga pukul 16.00 WIB, Yunanta masih belum kembali ke rumah, sehingga warga dan saksi mulai melakukan pencarian. Upaya awal ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat yang merasa cemas akan kondisi korban. Mereka menyisir area sekitar penemuan barang-barang milik Yunanta.

Berdasarkan hasil pencarian awal oleh warga dan pihak berwajib, Yunanta diduga kuat tenggelam di muara Sungai Opak. Sekitar pukul 17.00 WIB, warga akhirnya meminta bantuan tim SAR gabungan untuk melanjutkan pencarian. Permintaan ini segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan peralatan lengkap.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi