Jasad Tedi Pahlevi (43) ditemukan meninggal dunia di Sungai Rotan, Desa Petar Luar, Muara Enim, pada Senin (16/3) pagi. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari sejak korban dilaporkan tenggelam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi jasad tersebut. Korban sebelumnya terpeleset di pinggir Jembatan Modong, Kecamatan Sungai Rotan, pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 09.00 WIB.
Operasi pencarian intensif melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Jasad korban ditemukan mengapung di tumpukan sampah, sekitar 30 kilometer dari lokasi kejadian awal.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Pencarian Korban Tenggelam
Pencarian terhadap Tedi Pahlevi telah dilakukan sejak Sabtu (14/3) setelah insiden nahas tersebut. Korban dilaporkan terpeleset dari Jembatan Modong dan hanyut terbawa arus Sungai Rotan. Tim gabungan segera dibentuk untuk menyisir area sungai.
Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, menjelaskan bahwa upaya pencarian tidak mudah. Medan sungai yang luas dan arus yang bervariasi menjadi tantangan utama bagi tim. Namun, semangat untuk menemukan korban tetap tinggi.
Pada hari ketiga pencarian, tim memperluas area penyisiran hingga puluhan kilometer. Mereka menggunakan satu perahu karet bermesin untuk menjelajahi sungai. Fokus utama adalah menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Advertisement
Jasad korban akhirnya ditemukan mengapung di tumpukan sampah. Lokasi penemuan berada di Desa Petar Luar, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari titik awal korban tenggelam. Ini menunjukkan seberapa jauh korban terbawa arus sungai.
Advertisement
Koordinasi Tim Gabungan dalam Evakuasi
Proses evakuasi korban tenggelam melibatkan koordinasi yang erat antar berbagai pihak. BPBD Muara Enim bertindak sebagai koordinator utama dalam operasi ini. Mereka memastikan semua sumber daya termobilisasi dengan baik.
Tim Basarnas Muara Enim memberikan dukungan teknis dan peralatan pencarian. Sementara itu, personel TNI dan Polri turut serta dalam upaya penyisiran. Partisipasi aktif masyarakat juga sangat membantu dalam proses pencarian.
Setelah jasad ditemukan, tim segera melakukan proses identifikasi dan evakuasi. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Keluarga korban telah menanti kabar ini dengan cemas selama beberapa hari.
Advertisement
Abdurrozieq Putra menyatakan bahwa dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat dalam evakuasi korban tenggelam ini dikembalikan ke satuan masing-masing. Ini menandai berakhirnya misi kemanusiaan tersebut.
Sumber: AntaraNews