Dispertan Garut Targetkan Produksi Padi 631 Ribu Ton di Tahun 2026
Dinas Pertanian Garut optimis capai target 631.490 ton gabah kering giling untuk Produksi Padi Garut 2026, siapkan strategi hadapi kemarau dan lindungi petani.
Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menetapkan target ambisius untuk produksi padi pada tahun 2026. Instansi ini membidik capaian 631.490 ton gabah kering giling (GKG) dengan strategi utama memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah.
Untuk mencapai target tersebut, Dispertan Garut berencana memperluas lahan komoditas padi di berbagai wilayah kabupaten. Target luas tanam yang ditetapkan adalah 112.314 hektare, dengan harapan produktivitas mencapai 6 ton GKG per hektare. Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan sektor pertanian.
Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan pada Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menyatakan optimisme terhadap target ini. Peningkatan target Produksi Padi Garut 2026 ini menunjukkan adanya evaluasi dan perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya, demi hasil yang lebih baik.
Strategi Peningkatan Produksi Padi Garut 2026
Target produksi padi untuk tahun 2026 sebesar 631.490 ton GKG ini jauh lebih besar dibandingkan target tahun 2025 yang hanya 485.286 ton GKG. Meskipun demikian, realisasi produksi pada tahun 2025 justru melampaui target, mencapai 736.210,6 ton GKG dari luas panen 131.011 hektare.
Ardhy Firdian menjelaskan bahwa capaian produksi yang signifikan pada tahun sebelumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci. Salah satunya adalah realisasi luas panen yang meningkat secara substansial. Selain itu, awal musim hujan yang tepat waktu juga turut berkontribusi besar terhadap keberhasilan panen padi di Garut.
Dengan pengalaman positif tersebut, Dispertan Garut berupaya mengoptimalkan lahan pertanian, khususnya untuk tanaman padi. Target luas tanam 112.314 hektare diharapkan dapat menghasilkan produktivitas rata-rata 6 ton GKG per hektare. Fokus pada peningkatan produktivitas per hektare menjadi salah satu kunci utama dalam mencapai target Produksi Padi Garut 2026.
Antisipasi Tantangan Musim Kemarau
Meskipun target Produksi Padi Garut 2026 sangat tinggi, Dispertan Garut juga menyadari adanya ancaman musim kemarau yang berpotensi menghambat. Oleh karena itu, berbagai upaya antisipasi telah disiapkan untuk memastikan target produksi tetap tercapai. Target luas panen yang diharapkan adalah 106.718 hektare.
Beberapa langkah yang akan dilaksanakan meliputi gladi posko untuk menguji kesiapan operasionalisasi pompa air, unit irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dan sumur dangkal atau dalam. Selain itu, Dispertan Garut juga akan melakukan identifikasi sumber-sumber air permukaan yang dapat dieksploitasi apabila terjadi kekeringan.
Upaya lain yang diusulkan adalah penambahan pompa air serta unit irigasi perpompaan, optimalisasi lahan, dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Program cetak sawah rakyat juga menjadi bagian dari strategi untuk memperluas area tanam. Semua inisiatif ini dirancang untuk meminimalisasi dampak negatif dari musim kemarau terhadap Produksi Padi Garut 2026.
Perlindungan Petani Melalui Asuransi
Sebagai langkah mitigasi risiko dan untuk meminimalkan kerugian akibat dampak musim kemarau, Dispertan Garut juga telah menyiapkan program asuransi pertanian. Program ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada petani apabila lahan pertanian mereka terdampak kekeringan parah.
Ardhy Firdian menegaskan bahwa pihaknya menyediakan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani di Garut. Asuransi ini akan menjadi jaring pengaman finansial bagi para petani, memastikan mereka tidak menanggung kerugian sepenuhnya saat terjadi gagal panen akibat kekeringan.
Dengan adanya AUTP, diharapkan petani dapat merasa lebih tenang dalam menjalankan aktivitas pertanian mereka. Ini merupakan bagian dari strategi komprehensif Dispertan Garut untuk mendukung keberlanjutan pertanian dan pencapaian target Produksi Padi Garut 2026, sekaligus menjaga kesejahteraan petani di tengah berbagai tantangan alam.
Sumber: AntaraNews