Penemuan Jasad Korban Tenggelam di Sungai Komering, Muaradua OKU Selatan

Tim SAR gabungan berhasil melakukan Penemuan Jasad Korban Tenggelam Sungai Komering, seorang anak berusia dua tahun, di Muaradua, OKU Selatan, setelah dua hari pencarian. Simak detail evakuasinya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penemuan Jasad Korban Tenggelam di Sungai Komering, Muaradua OKU Selatan
Tim SAR gabungan berhasil melakukan Penemuan Jasad Korban Tenggelam Sungai Komering, seorang anak berusia dua tahun, di Muaradua, OKU Selatan, setelah dua hari pencarian. Simak detail evakuasinya. (AntaraNews)

Muaradua, Sumatera Selatan – Operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Komering, kawasan Kampung Masjid, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Findo (2), seorang balita yang dilaporkan hilang sejak Kamis (9/4) pukul 16.30 WIB.

Penemuan jasad korban ini terjadi pada Jumat (10/4) sekitar pukul 13.30 WIB, setelah upaya pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, Heri Pramono, mengonfirmasi penemuan tersebut saat dihubungi dari Baturaja.

Jasad Findo, warga Kampung Masjid Lingkungan V, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua, ditemukan mengapung di pinggir sungai. Peristiwa tragis ini bermula ketika korban terpeleset saat bermain di depan rumahnya yang berlokasi tidak jauh dari bantaran sungai.

Tragedi tenggelamnya Findo (2) di Sungai Komering terjadi pada Kamis (9/4) sore, saat bocah malang itu sedang bermain di area dekat rumahnya. Rumah korban yang berada di Kampung Masjid, Kecamatan Muaradua, memang terletak di bantaran sungai yang arusnya cukup deras. Diduga, kelalaian sesaat menyebabkan Findo terpeleset dan terbawa arus sungai.

Setelah laporan kehilangan diterima, Tim SAR gabungan segera bergerak cepat untuk melakukan pencarian. Operasi ini melibatkan personel dari BPBD OKU Selatan, Basarnas OKU Timur, TNI, Polri, Tagana, serta partisipasi aktif dari masyarakat sekitar. Mereka berkoordinasi untuk menyisir area Sungai Komering yang luas.

Pihak BPBD OKU Selatan membentuk dua tim Search Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan upaya pencarian. Satu tim fokus pada penyisiran di air menggunakan perahu karet bermesin, sementara tim lainnya bertugas melakukan pemantauan visual di sepanjang bantaran sungai. Metode ini diterapkan untuk memastikan tidak ada area yang terlewat dalam proses pencarian.

Setelah lebih dari 20 jam pencarian, jasad Findo akhirnya ditemukan mengapung di pinggir Sungai Komering. Lokasi penemuan berada di Desa Damarpura, Kecamatan Buana Pemaca, yang berjarak sekitar 19 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Jarak yang cukup jauh ini menunjukkan kuatnya arus Sungai Komering.

Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah meninggal dunia dan tersangkut di rerumputan yang tumbuh di pinggir aliran sungai Desa Damarpura. Penemuan ini membawa kelegaan sekaligus duka mendalam bagi keluarga dan seluruh tim yang terlibat dalam pencarian. Proses evakuasi segera dilakukan dengan hati-hati oleh tim gabungan.

Heri Pramono menjelaskan bahwa setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga kemudian akan mempersiapkan pemakaman secara layak. Seluruh tim SAR gabungan menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa Findo dan keluarganya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi