Jasad Bocah Terseret Arus Ciamis Ditemukan Setelah Tiga Hari Pencarian
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad bocah Arkenan Jowan yang terseret arus sungai di Ciamis, mengakhiri pencarian intensif selama tiga hari.
Kabar duka menyelimuti Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, setelah tim SAR gabungan menemukan seorang bocah berusia lima tahun dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini terjadi pada Jumat (13/3) pagi setelah pencarian intensif selama tiga hari di sekitar aliran sungai. Peristiwa tragis ini bermula saat korban dilaporkan terseret arus sungai pada Selasa lalu.
Korban, Arkenan Jowan, warga Perumahan Lembah Medina, Desa Linggasari, Ciamis, awalnya dilaporkan hilang oleh keluarganya. Ia diduga terbawa arus saluran air yang bermuara ke Sungai Ciluncat. Pencarian segera dilakukan namun sempat terhambat kondisi lapangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengonfirmasi penemuan jasad bocah tersebut di sekitar Leuwi Cariang, Kelurahan Benteng. Jasad Arkenan ditemukan pada pukul 09.15 WIB. Penemuan ini membawa titik terang bagi keluarga yang menanti kabar anaknya.
Kronologi Hilangnya Arkenan Jowan
Peristiwa nahas yang menimpa Arkenan Jowan terjadi pada Selasa (10/3) siang. Saat itu, bocah lima tahun tersebut sedang bermain tidak jauh dari kediamannya. Tanpa disadari, ia terbawa arus saluran air yang mengalir deras.
Saluran air tersebut diketahui bermuara langsung ke Sungai Ciluncat, Ciamis. Keluarga korban mulai khawatir ketika Arkenan tidak kunjung pulang hingga malam hari. Mereka kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian setempat.
Dugaan kuat muncul bahwa Arkenan telah terbawa arus sungai. Pencarian awal segera dilakukan oleh warga dan tim terkait. Namun, upaya pada hari pertama tersebut belum membuahkan hasil.
Operasi Pencarian Tim SAR Gabungan
Ani Supiani menjelaskan bahwa operasi pencarian dilanjutkan pada hari-hari berikutnya. Tim SAR gabungan mengerahkan segala upaya untuk menemukan Arkenan. Mereka menggunakan perahu untuk menyusuri arus sungai secara cermat.
Selain penyisiran air, tim juga melakukan pencarian di darat. Setiap penjuru di sekitar aliran sungai diperiksa secara teliti. Tim dibagi menjadi empat kelompok untuk memastikan area pencarian dapat tercakup secara maksimal.
Seluruh tim melaksanakan penyisiran ke arah hulu Sungai Citanduy secara bersamaan. Koordinasi yang baik antar tim menjadi kunci dalam operasi ini. Kondisi medan yang cukup menantang tidak menyurutkan semangat para petugas.
Setelah tiga hari pencarian intensif, upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Jasad Arkenan Jowan ditemukan tidak jauh dari lokasi awal ia dilaporkan hilang. Penemuan ini mengakhiri penantian panjang keluarga.
Identifikasi dan Penyerahan Jasad Korban
Jasad Arkenan Jowan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada di sekitar Leuwi Cariang, Kelurahan Benteng. Penemuan ini terjadi pada Jumat (13/3) pukul 09.15 WIB.
Tim SAR gabungan segera membawa jasad korban ke rumah sakit terdekat. Hal ini dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses identifikasi ciri-ciri korban menjadi prioritas utama.
Ani Supiani menegaskan bahwa identitas korban dinyatakan sama dengan laporan orang hilang. "Identitas korban dinyatakan sama sesuai dengan laporan orang hilang yaitu Arkenan Jowan Rahardi lima tahun," ujarnya. Setelah proses identifikasi selesai, jasad akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sumber: AntaraNews