Tragis, Bocah Terseret Arus Drainase di Jambi Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Pencarian Intensif
Seorang bocah terseret arus drainase di Jambi ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban bermain hujan di perumahan.
Seorang bocah perempuan berusia lima tahun, Aisyah, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus drainase di Kota Jambi. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat sore (12/12) saat korban bermain hujan di sekitar Perumahan Sigasland. Jasad Aisyah ditemukan tersangkut di semak-semak drainase, berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi awal kejadian.
Penemuan ini merupakan hasil dari operasi pencarian intensif yang dilakukan oleh tim SAR gabungan. Tim Basarnas Jambi berhasil mengevakuasi jenazah korban pada Sabtu (13/12) setelah melakukan penyisiran menyeluruh. Lokasi penemuan tepatnya berada di drainase RT 14 Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Simpang III Sipin.
Dantim Operasi SAR Kantor Basarnas Jambi, Djuniato, mengonfirmasi bahwa jenazah Aisyah telah dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga di Perumahan Sigasland, RT 45 Kelurahan Simpang III Sipin, telah menerima jenazah untuk dimakamkan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya arus drainase saat musim hujan.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian
Peristiwa nahas ini bermula pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Aisyah sedang bermain hujan bersama dua temannya di lingkungan Perumahan Sigasland RT 45. Diduga kuat, korban terpeleset dan langsung terseret arus drainase yang sangat deras akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut.
Kantor SAR Jambi menerima laporan mengenai kejadian ini pada pukul 18.30 WIB, yang disampaikan oleh Camat Kota Baru. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak delapan personel rescuer dari Basarnas Jambi segera diberangkatkan ke lokasi. Tim tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 18.55 WIB dan langsung memulai upaya pencarian.
Proses pencarian awal dilakukan dengan menyusuri aliran drainase di sekitar lokasi hilangnya korban. Namun, karena kondisi sudah larut malam dan minimnya penerangan, pencarian dihentikan sementara. Upaya pencarian kemudian dilanjutkan pada keesokan harinya dengan harapan dapat segera menemukan korban.
Djuniato menjelaskan, "Proses pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan menyusuri aliran drainase hingga beberapa kilometer dari titik awal korban diduga hanyut dan tim melakukan penyisiran mengikuti aliran drainase dengan dukungan peralatan yang akhirnya berhasil ditemukan." Pernyataan ini menegaskan komitmen tim SAR dalam menemukan Aisyah.
Penemuan Jenazah dan Penutupan Operasi SAR
Setelah pencarian yang intensif, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad Aisyah tersangkut di semak-semak drainase yang berlokasi di RT 14 Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Simpang III Sipin. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar lima kilometer dari titik awal korban terseret arus, menunjukkan seberapa jauh korban terbawa oleh derasnya aliran air.
Setelah ditemukan, tim SAR segera melakukan evakuasi terhadap jenazah Aisyah. "Setelah kami temukan korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Djuniato. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga korban yang telah menanti dengan harap-harap cemas.
Dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi SAR yang telah berlangsung pun secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Tim SAR juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur penting. Mereka adalah personel dari Basarnas Jambi, Polresta Jambi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, dan Damkar Kota Jambi. Selain itu, masyarakat setempat juga turut serta aktif memberikan bantuan dan dukungan dalam proses pencarian. Peralatan yang digunakan meliputi rescue car, rubber boat, serta peralatan komunikasi dan navigasi yang memadai untuk operasi di lapangan.
Sumber: AntaraNews