Tim SAR Temukan Korban Kedua Terseret Ombak Pantai Ampenan, Operasi Pencarian Ditutup
Operasi pencarian korban terseret ombak Pantai Ampenan tuntas setelah tim SAR gabungan menemukan Anindita Mantika Muslim (9) dalam kondisi meninggal dunia, mengakhiri pencarian dua hari.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua yang terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu pagi. Penemuan ini menandai berakhirnya operasi pencarian yang telah berlangsung selama dua hari terakhir.
Korban kedua, Anindita Mantika Muslim (9), seorang anak perempuan, sebelumnya dilaporkan hanyut di Pantai Karang Buyuk pada Jumat (29/5) sore. Jasadnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan setelah menerima laporan dari warga setempat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, mengonfirmasi penemuan tersebut. Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup, memberikan kelegaan bagi keluarga dan tim yang bertugas.
Detail Penemuan Anindita
Penemuan korban kedua terseret ombak Ampenan terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 07.10 Wita. Tim SAR gabungan menerima laporan dari warga dan nelayan setempat yang melihat jasad mengapung di perairan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Anindita terlihat mengapung di sekitar perairan Pantai Bintaro. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 1,81 nautical mile arah utara dari lokasi kejadian awal.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim SAR gabungan segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Setelah berhasil dievakuasi dari perairan, jasad korban langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kronologi Kejadian dan Penemuan Korban Pertama
Sebelum penemuan Anindita, tim SAR gabungan telah lebih dulu menemukan korban pertama, Pietro Lionel Alesandro Seda (13). Pietro ditemukan pada Sabtu (30/5) pagi sekitar pukul 08.30 Wita.
Korban pertama ditemukan mengapung sekitar 1 kilometer arah utara dari lokasi kejadian pertama (Last Known Position/LKP) di Pantai Skip. Setelah dievakuasi, Pietro langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan Rescue D-Max Kantor SAR Mataram.
Kedua korban sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak pada Jumat (29/5) sore dalam dua kejadian yang hampir bersamaan. Insiden tragis ini memicu respons cepat dari berbagai pihak untuk melakukan pencarian intensif.
Sinergi Tim SAR dalam Operasi Pencarian
Operasi pencarian dan penemuan korban terseret ombak Ampenan ini merupakan sinergi erat dari berbagai instansi. Personel Kantor SAR Mataram menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan ini.
Selain Kantor SAR Mataram, operasi ini juga melibatkan Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Polda NTB, Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda NTB, Polsek Ampenan, Polresta Mataram, dan Koramil Ampenan. Kehadiran mereka memperkuat tim di lapangan.
Bantuan juga datang dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta dukungan swadaya yang signifikan dari nelayan dan warga setempat. Kolaborasi ini menunjukkan solidaritas masyarakat dalam menghadapi musibah.
Sumber: AntaraNews