Tim SAR Jambi Temukan Korban Kedua Pekerja Hilang di Sungai Pengabuan
Operasi pencarian di Sungai Pengabuan, Jambi, berakhir setelah Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua pekerja hilang, Sandi, dalam kondisi meninggal dunia.
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kedua kecelakaan perahu sampan yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Pengabuan, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi. Korban atas nama Sandi (27) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin siang (12/1), menandai berakhirnya operasi pencarian intensif. Penemuan ini membawa kelegaan sekaligus duka bagi keluarga korban dan masyarakat setempat.
Sandi dan rekannya, Ardian Maulana (23), sebelumnya dinyatakan hilang setelah pulang dari tempat kerja mereka di pabrik Kicun pada Jumat (9/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Keduanya menggunakan perahu sampan untuk menuju rumah di RT 15 Tungkal Harapan melalui jalur sungai. Namun, hingga Minggu pagi (11/1), kedua pemuda tersebut tidak kunjung sampai di rumah, memicu kekhawatiran keluarga.
Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga SAR Tungkal pada Minggu (11/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Menerima laporan tersebut, Tim SAR langsung bergerak melakukan penyisiran dan operasi pencarian melibatkan berbagai unsur. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan.
Kronologi Hilangnya Dua Pekerja di Sungai Pengabuan
Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat (9/1) sekitar pukul 21.00 WIB, ketika Sandi dan Ardian Maulana meninggalkan tempat kerja mereka di pabrik Kicun. Mereka berencana pulang ke rumah di RT 15 Tungkal Harapan menggunakan perahu sampan melintasi Sungai Pengabuan, sebuah jalur transportasi penting bagi warga setempat.
Namun, hingga Minggu pagi (11/1), kedua pemuda tersebut tidak kunjung sampai di rumah, menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini kepada Unit Siaga SAR Tungkal pada pukul 09.00 WIB di hari yang sama, berharap ada titik terang mengenai keberadaan keduanya.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Tim SAR, yang langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk memulai operasi pencarian. Area Sungai Pengabuan menjadi fokus utama upaya penyelamatan, dengan harapan dapat menemukan kedua korban secepat mungkin.
Upaya Pencarian dan Penemuan Korban Hilang
Tim SAR gabungan, terdiri dari Unit Siaga SAR Tungkal (USS Tungkal), Polairud Tanjungjabung Barat, Pos AL, BPBD, dan PMI, bersama bantuan dari masyarakat setempat, segera melakukan penyisiran. Mereka mengerahkan armada seperti RIB 02, perahu karet (Rubber Boat), dan Kapal Airud Polres Tanjungjabung Barat untuk memperluas jangkauan pencarian.
Pada hari pertama pencarian, Minggu (11/1), korban pertama atas nama Ardian Maulana berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazahnya langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju rumah duka, memberikan kepastian bagi keluarga meskipun dalam suasana duka cita.
Pencarian intensif terus dilanjutkan untuk menemukan Sandi, yang masih dinyatakan hilang. Setelah upaya keras dan penyisiran yang tidak kenal lelah, pada Senin (12/1) pukul 12.45 WIB, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban kedua, Sandi (27), di aliran Sungai Pebengis.
Lokasi penemuan Sandi berada pada koordinat 0°50'33.9" S, 103°25'02.0" E, tidak jauh dari titik ditemukannya perahu milik mereka. Jenazah Sandi juga segera dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Jalan PLN Lama, RT 15 Tungkal Harapan, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi SAR Dinyatakan Selesai
Dengan ditemukannya kedua korban, Kepala Unit Siaga SAR Tungkal, M. Mujahid, menyatakan bahwa operasi pencarian korban hilang di perairan Pengabuan telah selesai. Kedua korban telah diserahkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga, mengakhiri penantian panjang mereka.
Tim telah melaksanakan briefing penutupan operasi pada Senin pukul 13.40 WIB, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pencarian dan evakuasi. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini telah kembali ke satuan masing-masing, setelah menjalankan tugas kemanusiaan mereka.
Meskipun selama proses pencarian cuaca dilaporkan berawan dan sempat terjadi hujan, kondisi tersebut cukup kondusif untuk pelaksanaan operasi. Namun, tim SAR Gabungan tetap dituntut kewaspadaan tinggi di lapangan untuk menghadapi berbagai kemungkinan dan memastikan keselamatan seluruh personel.
Sumber: AntaraNews